KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyaluran kredit di Kediri Raya mengalami perlambatan di 2025. Itu terlihat dari pertumbuhan kredit yang tercatat minus. Yakni sebesar -1,24 persen secara year on year (yoy).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri melalui Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Indarto Purnomo mengatakan, ada beberapa hal yang membuat penyaluran kredit melambat.
Faktor pertama dipengaruhi oleh penurunan kinerja dari sektor ekonomi pengolahan serta perdagangan dan eceran.
Pada industri pengolahan, Indarto menyebut ada penurunan sebesar -28,2 persen. Sementara pada sektor perdagangan dan eceran sebesar -3,38 persen.
"Ini menjadi fokus bagi kami supaya nanti bisa tumbuh kembali terkait dengan penyaluran kreditnya," jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global juga menjadi salah satu faktor menurunnya kinerja kredit.
Ini karena sebagian masyarakat mulai bersikap hati-hati dalam keputusannya mengambil kredit. Mengingat ada ketidakpastian ekonomi yang mengintai.
"Ada sikap kehati-hatian pelaku usaha dalam merespon dinamika kondisi global yang berkepanjangan," ujarnya.
Sebaliknya, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mengalami peningkatan. Utamanya dari produk tabungan dan giro.
Ini mengartikan bahwa masyarakat sedang membutuhan liquiditas. Sederhananya, masyarakat ingin simpanan uangnya mudah dicairkan.
OJK Kediri mencatat, pertumbuhan DPK pada Desember 2025 adalah sebesar 4,2 persen secara yoy. Atau sebesar Rp 106,9 triliun.
Rinciannya, produk tabungan tumbuh sebesar 3,3 persen, sedangkan giro sebesar 11,06 persen.
"Di sisi lain, produk deposito turun 2,74 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya shifting dana oleh beberapa perusahaan di tengah mungkin masih melihat ekonomi global," terang Indarto.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Inflasi di Kediri, Harap Produsen Pangan Lakukan Intensifikasi
Sementara, Ismirani Saputri menambahkan, pertumbuhan DPK pada produk tabungan dan giro itu menandakan masyarakat saat ini tengah membutuhkan cash flow.
Di samping itu, dia juga menyebut masyarakat saat ini tengah menahan untuk melakukan transaksi jual beli. Alias bersikap wait and see teradap situasi ekonomi yang akan terjadi nanti.
Kendati demikian, dia menekankan bahwa industri jasa keuangan masih stabil untuk saat ini.
"Masih sustain, masih stabil, semua masih optimis di forum komunikasi industri jasa keuangan wilayah Kediri dan sekitarnya," tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita