KEDIRI, JP Radar Kediri– Pedagang di pasar tradisional mengeluhkan harga plastik yang melambung tinggi. Kenaikan harga yang mendekati 100 persen itu membuat mereka mencari cara untuk mengatasinya. Salah satunya dengan menaikkan harga produk.
“Tentu kerasa (kenaikan harga plastik, Red). Solusinya dengan menaikkan harga produknya. Karena kalau masyarakat diminta beli terpisah banyak yang tidak mau,” ujar Rn, 26, salah seorang pedagang asal Kecamatan Kota
Ya, diakuinya, kenaikan harga plastik ini belum banyak menyadarkan masyarakat. Buktinya mereka masih enggan untuk membeli plastik secara terpisah. Atau sekadar membawa kantong belanja sendiri.
“Kadang sudah berusaha dijelaskan tapi mereka (pembeli, Red) bilang kami pelit. Tidak mau memberi kantong kresek,” imbuh pria yang sudah berjualan pracangan di Pasar Setonobetek selama 3 tahun terakhir itu.
Sejalan dengan Rn, Tn juga melakukan hal yang sama. Dia menaikkan harga produknya di angka Rp 500 rupiah sampai dengan Rp 1 ribu. “Biasanya langsung saya naikkan ketika mereka tidak membawa tas belanja. Jadi membayarnya sudah include,” ucap Tn.
Perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu menyebut harga kresek biasanya di angka Rp 5 ribu, sekarang ini bisa sampai Rp 10 ribu. “Ya misalnya harga minyak kemasan per liternya Rp 22 ribu maka saya bilang Rp 22.500,” bebernya memberi contoh.
Bahkan, omzetnya juga cenderung mengalami penurunan. Jika biasanya dia bisa mendapatkan sampai 80 persen setiap harinya. Setelah kenaikan harga plastik omzetnya menurun menjadi 65 persen.
“Selain harga beberapa produk naik, harga plastik juga ikut naik. Jadi omzetnya yang turun,” aku Tn.
Di lain sisi, Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri meminta pedagang untuk tidak menjual barang kebutuhan pokok melebihi harga eceran tertinggi (HET) dengan alasan menyesuaikan harga plastik yang meningkat.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan. Dia menyebut kenaikan harga plastik tidak boleh menjadi alasan pedagang untuk sewenang-wenang menjual bahan kebutuhan pokok melebihi HET.
“Kresek ini sudah menjadi bagian dari masyarakat sejak lama. Tapi kita ketahui bahwa dampaknya tidak baik khususnya untuk lingkungan,” ujar pria yang akrab disapa Ridwan.
Dengan melihat realita tersebut, Ridwan mengimbau agar pedagang dan pembeli mulai mengurangi penggunaan plastik. Dari sisi pedagang memberikan penjelasan bahwasannya harga plastik naik, jika memang ingin menggunakan plastik maka bisa membelinya. Tidak boleh langsung mematok harga yang membuat harga jual produk melebihi HET.
Sebaliknya dari masyarakat juga harus memahami ketika tidak langsung bisa mendapatkan plastik seperti biasanya. Sehingga solusinya adalah dengan membawa kantong belanja sendiri.
Baca Juga: Imbas Konflik, Harga Plastik Naik Banyak Pedagang Mengeluh Takut Ditinggal Pembeli
“Pembeli harus mulai memiliki kesadaran untuk membawa tas belanja setiap pergi ke pasar. Agar tak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli kantong plastik,” pungkas Ridwan.
Editor : Andhika Attar Anindita