Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Imbas Konflik Geopolitik, Inflasi di Kota Kediri Tembus 4,03 Persen

Emilia Susanti • Selasa, 14 April 2026 | 19:07 WIB
Inflasi Menjelang Ramadhan
Inflasi Menjelang Ramadhan

KEDIRI, JP Radar Kediri- Inflasi Kota Kediri di bulan Maret masih tinggi. Secara year on year (yoy), Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi sebesar 4,03 persen.

Angka ini melebihi catatan inflasi di Jawa Timur sebesar 3,79 persen dan nasional 3,48 persen.

Ketua BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menerangkan, sektor perumahan, air, dan bahan bakar rumah tangga memiliki andil paling besar.

Yaitu sebesar 1,51 persen dengan inflasi 14,46 persen. Sementara, komoditas yang mengalami inflasi paling besar yaitu tarif listrik. Inflasinya mencapai 41,21 persen dengan andil 1,43 persen.

Baca Juga: Harga Plastik dalam Konflik Iran Vs AS-Israel

“Ini karena memang low-base effect (efek berakhirnya diskon tarif listrik, Red),” terang pria yang akrab disapa Emil itu.

Selanjutnya, dia menjelaskan, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi sektor penyumbang inflasi terbesar kedua.

Itu bisa dilihat dari inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan.

Secara yoy, inflasi komoditas tersebut mencapai 72,85 persen dengan andil 1,1 persen.

“Kemudian yang ketiga komoditas daging ayam ras dengan andil 0,28 persen, diikuti komoditas beras dengan andil 0,28 persen,” lanjutnya.

Sementara itu, beberapa komoditas yang menjadi penahan inflasi berasal dari kelompok makanan.

Meliputi bawang putih, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, wortel, dan lainnya.

Kelompok lain yang turut menjadi penahan inflasi antara lain bensin dan tarif kereta api.

Lebih lanjut, Emil menyebut ada beberapa hal yang patut diwaspadai pada bulan ini.

Salah satunya terkait perubahan harga pada beberapa komoditas pangan seperti beras, daging ayam, telur, dan lainnya.

Itu karena permintaan terhadap komoditas tersebut diprediksi masih tinggi imbas program makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga: Imbas Konflik, Harga Plastik Naik Banyak Pedagang Mengeluh Takut Ditinggal Pembeli

“Perlu diperhatikan ketersediaan stoknya, distribusinya, selama pasca perayaan Idul Fitri. Karena operasional SPPG MBG akan memengaruhi permintaan pasar setelah kegiatan belajar mengajar di sekola berjalan secara reguler setelah Ramadan,” ingatnya.

Kemudian, Emil mengatakan, ada kemungkinan penyesuaian komoditas bahan bakar minyak (BBM) non subsidi imbas konflik geopolitik.

Tentu hal ini akan memberi efek tersendiri terhadap inflasi. Begitu pula dengan harga emas yang memiliki potensi kenaikan atau penurunan.

“Di bulan Maret ini terjadi deflasi (emas, Red) secara nasional yang sebelumnya harga emas itu setiap bulannya mengalami inflasi,” jelas Emil.

Terakhir, tarif angkutan dimungkinkan akan kembali harga normal.

Sehingga, hal ini juga memberi efek tersendiri terhadap inflasi di bulan ini. Baik itu tarif angkutan bus, kereta api, maupun udara. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#Inflasi Kota Kediri #inflasi #ekonomi kota kediri #kota kediri