KEDIRI, JP Radar Kediri– Masyarakat Kediri Raya mulai menunjukkan intensinya pada dunia pasar modal. Fenomenanya dapat dilihat jelas dari pertumbuhan jumlah investor.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat, total Single Investor Identification (SID) pada Desember 2025 mencapai 535.468 investor.
Jumlah tersebut memang menunjukkan peningkatan bila dibanding 2023 lalu. Pada periode yang sama, jumlah SID di 2023 ada sebanyak 497.604 investor.
Baca Juga: Dampak Ekonomi Global terhadap Kota Kediri, Timbulkan Gejolak Harga
Jika dihitung, selisihnya ada sebanyak 37.864 investor. Data tersebut menandakan minat masyarakat terhadap pasar modal mengalami kenaikan.
“Nilai transaksi di pasar modal ini mencapai Rp 6,2 triliun. Tumbuhnya sebesar 269,24 persen. Ini 200 persen lebih gitu peningkatan transaksi di pasar modal,” terang Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan Dyah Purnamasari.
Selanjutnya, produk investasi yang mendapat minat tinggi itu berasal dari reksadana. Jumlah investornya sebanyak 496.295 SID. Atau tumbuh sebesar 33,21 persen.
Sementara, pada 2023, investor di reksadana masih sebesar 327.011 SID dengan pertumbuhan sebesar 17,9 persen.
“Ini sejalan dengan langkah kami di tahun lalu yang gencar berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk meningkatkan literasi di pasar modal,” aku wanita yang akrab disapa Dyah itu.
Sementara itu, pengamat ekonomi Subagyo melihat bahwa meningkatnya jumlah investor itu mengartikan masyarakat mulai melek pada dunia pasar modal.
Khususnya untuk generasi millenial dan gen Z. Menurutnya, dua generasi tersebut memang mulai melirik sektor di pasar modal.
“Seperti di galeri investasi di perguruan tinggi, termasuk di UNP Kediri, meskipun ga keliatan (jumlah pasti, Red) itu omzet-nya bisa milyaran rupiah,” jelasnya.
Baca Juga: Realisasi Pendapatan Asli Daerah Meleset, Kondisi Ekonomi Jadi Penyebabnya
Namun demikian, dia tetap mengingatkan agar masyarakat yang ingin terjun ke pasar modal untuk hati-hati.
Jangan asal nyebur bila belum memiliki pengetahuan apapun. Mengingat risiko yang akan dihadapi tergolong besar. Bila tidak bisa bijak, seseorang akan mengalami kerugian besar.
Menurutnya, generasi Z atau millenial yang akan masuk ke pasar modal harus belajar terlebih dulu. Baik teknikal atau fundamental.
“Karena biasanya kalau pemula itu tingkat emosinya masih tinggi. Jadi mereka yang transaksi di pasar modal itu nggak boleh emosi,” pesan Subagyo. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita