KEDIRI, JP Radar Kediri- Fenomena overwork atau kerja berlebihan menjadi masalah nyata di Indonesia.
Termasuk di wilayah Kota Kediri. Total ada puluhan persenpekerja yang memiliki jam kerja melebihi batas normal.
Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri ada 28,68 persen bekerja dalam kurun waktu lebih dari 50 jam per minggu.
Hal ini menandakan bahwa sebagian pekerja mengalami pemasukan jam kerja jauhmelebihi standar hukum ketenagakerjaan. Yakni 40 jam per minggu atau 7–8 jam per hari sesuai UU Ketenagakerjaan Indonesia.
“Jumlah pekerja overwork ini didominasi oleh laki-laki. Dengan presentase 17,34 persen. Sedangkan perempuan hanya di 11,34 persen,” ujar Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Baca Juga: Dishub Kota Kediri Bakal Terapkan Uji Coba Tahap 2, Ini Sanksi Yang Diberikan Kepada Pelanggar!
Sedangkan untuk pekerja dengan jam kerja 1-34 jam per Minggu ada sejumlah 28,42 persen. Kemudian, pekerja dengan jam kerja 35-49 jam ada sebanyak 42,90 persen.
“Untuk jam kerja normal ini yang mendominasi juga laki-laki. Dari 42,90 persen26,66 persen diantaranya adalah laki-laki. Sedangkan sisanya ada di perempuan,” jelas Emil.
Diakuinya memang masih banyak pekerja yang termasuk overwork. Itu berdasarkankebutuhan lembaga, organisasi maupun lokasi tempat bekerja.
Ditanya terkait sektorpekerjaan, Emil menyebut jika belum ada data secara mendetail.
Apakah masukdalam sektor primer seperti pertanian dan pertambangan. Atau sebaliknya sektorsekunder dan tersier.
“Sektor pekerjaan belum ada. Ini hasil dari survey belum bisa dilihat dari sektorpertanian, pedagang maupun lainnya,” tandasnya sembari menyebut jika pihaknyamasih berupaya untuk melihat detail bidang pekerjaan yang banyak terjadi overwork.
Perlu diketahui bahwa jam kerja yang panjang tersebut masih banyak dilakukan oleh pekerja. Itu karena tidak pilihan lain yang lebih baik dari apa yang sedang dijalani.
“Saya salah satu orang yang kebanyakan bekerja. Tetapi bagaimanapun tetapdilakukan karena tekanan ekonomi dan kebutuhan finansial,” terang Fina, 28, pekerjadi sektor perdagangan itu.
Perempuan asal Kecamatan Kota itu menyebut jika saat ini mencari pekerjaan sulit.
Baca Juga: Tiga Titik Kepadatan Wajib Diwaspadai Saat Lebaran, Ini Lokasinya!
Sehingga banyak dari masyarakat yang lebih memilih lelah bekerja dibandingkanlelah mencari pekerjaan.
Hal serupa juga dirasakan oleh Vito, 30. Laki-laki yang bekerja sebagai karyawan di toko itu seharinya bisa bekerja lebih dari 8 jam.
“Terhitung lebih dari 8 jam ya. Mulai dari pagi sampai menjelang sore. Mulai dari proses pembuatan hingga tutup lapak,” bebernya.
Meskipun gaji yang diperoleh tak sebanding dengan usaha, dia menyebut masihcukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga tak ada alasan lain selain bertahan.
“Kalau ditanya sebanding apa tidak tentu tidak. Tapi cukup buat kebutuhansehari- hari. Jadi bertahan sampai sekarang,” tandas Vito.
Editor : Andhika Attar Anindita