JP Radar Kediri- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menjamin pasokan bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman. Meski demikian, pergerakan harga cabai rawit dan daging ayam terus dipantau ketat. Lantaran diprediksi bakal mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca dan lonjakan permintaan.
Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri Hary Mulyanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan proyeksi data, mayoritas komoditas umum seperti beras dan minyak goreng berada di level aman.
“Hanya cabai rawit yang perlu diwaspadai karena cuaca ekstrem, serta daging ayam yang permintaannya naik selama Ramadan dan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Hary.
Berdasarkan data ketersediaan bahan pokok bulan Februari, DKPP mencatat beras menjadi komoditas dengan pasokan stabil. Yaitu 59.425.3 ton dengan kebutuhan rata-rata 9.965.2 ton. Maka terdapat surplus 49.460.1 ton. Kemudian minyak goreng 1.975.1 ton dengan kebutuhan sekitar 1.409.1 ton. Maka terdapat surplus 566 ton.
Untuk menjaga stabilitas harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), DKPP telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya adalah mempercepat distribusi beras SPHP dari pusat dan penyaluran Minyakita langsung ke kios-kios pasar. Hal tersebut membuat harga minyak goreng mulai merangkak turun mendekati HET. Selain itu, juga pengawasan lapangan melalui Satgas Saber Pelanggaran Pangan.
“Intervensi pasar juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang tersebar di 19 titik sejak awal Ramadan,” imbuh Hary.
Kondisi Lebaran tahun ini diakui lebih menantang dibanding tahun lalu. Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa tahun lalu momen Idul Fitri bertepatan dengan puncak panen raya pada April-Mei. Sehingga harga cenderung lebih rendah.
“Tahun ini Lebaran maju, sementara kita baru saja melewati masa Nataru (Natal dan Tahun Baru). Pasokan lokal berkurang ditambah cuaca buruk yang memicu serangan jamur pada tanaman cabai,” ungkap Tutik.
Namun, masyarakat diminta tidak panik. Tutik memastikan pasokan seperti cabai dari daerah lain mulai masuk ke pasar-pasar Kediri untuk menutup celah kekurangan stok lokal.
“Mobil-mobil pengangkut bahan pangan dari luar daerah sudah banyak masuk. Ini sangat membantu stabilisasi harga di pasar-pasar tradisional kita,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita