Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Ton Beras Ludes dalam Satu Jam, Ratusan Warga Serbu Pasar Murah Karena Hal Ini!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:00 WIB

 

Warga berburu minyakita di gerakan pangan murah (GPM) Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.
Warga berburu minyakita di gerakan pangan murah (GPM) Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pasar murah di Kelurahan Tempurejo, Pesantren Senin pagi (23/2) diserbu pembeli. Harga yang lebih murah dari pasaran tetap menjadi magnet warga. Dua ton beras yang disiapkan Pemkot Kediri dan Bulog Kediri pun ludes dalam waktu satu jam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Un Achmad Nurdin melalui Kabid Ketahanan Pangan Teddy Setiawan mengatakan, ada sejumlah komoditas yang dijual kemarin. Mulai beras, gula, minyak goreng, telur, dan berbagai jenis cabai. Ada pula  bawang putih,  bawang merah, dan lainnya.

Stok yang disiapkan di tiap titik juga relatif banyak. Misalnya, beras mencapai 2.000 kilogram (kg) atau dua ton. Kemudian, Minyakita disiapkan 600 liter. Ada pula gula pasir 400 kg, telur ayam 200 kg, dan ikan lele 20 kg. “Kami menggandeng banyak pihak untuk menggelar pasar murah,” kata Teddy.

Baca Juga: Pasar Murah Diserbu Warga Kediri, Minyakita Paling Dicari

Selebihnya, ada pula ikan nila marinasi sebanyak 10 kemasan, aneka sayur 50 bungkus, telur asin, dan aneka produk pangan lainnya. Aneka produk itu langsung diserbu pembeli begitu pasar murah dibuka kemarin pagi.

Mayoritas membeli beras yang hanya dipatok Rp 11/400 per kg, padahal di pasaran mencapai Rp 13.500 per kg. Demikian pula Minyakita yang hanya dibanderol Rp 15 ribu. Padahal di pasaran biasanya mencapai Rp 17 ribu per liter.

Terkait harga jual yang lebih murah dari pasaran, menurut Teddy pasar murah memang digelar untuk menstabilkan harga. “Harga terkendali dan stabil sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” lanjutnya.

Baca Juga: Pasar Murah di Polsek Plemahan, Kapolsek AKP Bowo Main Wayang Golek Hibur Warga yang Antre

Pemimpin Perum Bulog Cabang Kediri Harisun mengatakan, pihaknya menyiapkan masing-masing dua ton beras di setiap titik lokasi pasar mudah. “Apabila masyarakat masih antusias, akan kami dropping sesuai kebutuhan,” sambungnya.

Harisun memastikan, pihaknya tidak memiliki batasan maksimal dalam menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tersebut. Berapapun yang dibutuhkan oleh masyarakat, akan disiapkan oleh bulog. “Pengalaman sebelumnya bisa sampai 10 ton beras tambahan yang kami dropping,” paparnya.

Selain beras, menurut Harisun pihaknya juga menjual Minyakita. Bedanya, bulog tidak bisa menjual minyak goreng tersebut secara eceran. Sehingga, mereka bekerja sama dengan koperasi.

Baca Juga: PG Ngadiredjo Sukseskan Program Gerakan Pasar Murah di Tiga Desa, Wujud Sinergi dengan Pemkab Kediri

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ada ratusan warga yang rela antre mengular demi bisa membeli sembako murah tersebut. Hanya dalam waktu satu jam, beras, gula, dan minyakgoreng langsung habis.

Ririn, 48, warga Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren mengaku membeli 2 liter Minyakita, 1 beras SPHP kemasan 5 kg, dan gula sejumlah 5 kg. “Harganya lebih murah dan kualitasnya sama dengan toko. Lebih hemat pokoknya,” ujarnya tergelak.

Dengan stok sembako tersebut, menurut Ririn sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulan ke depan. “Hemat puluhan ribu rupiah karena harganya murah-murah,” lanjutnya.

Editor : Mahfud
#pasar murah #pemerintah kota kediri #DKPP Kota kediri #kecamatan pesantren #harga murah #Bulog Kediri #kelurahan tempurejo