Data berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, menununjukan rata-rata pengeluaran per Kapita per bulan biaya yang dikeluarkan untuk makanan pada tahun 2024 berada di kisaran Rp 700 ribu per bulan. Kondisi ini menjadi tantangan brand besar untuk masuk ke pasar Kediri, serta harus mempersiapkan strategi harga produk di atas harga rata-rata dapat diterima dan bertahan ditangan konsumen.
Baca Juga: Pemkab Kediri Sosialisasi Besaran UMK 2026 ke Kalangan Industri, Begini Tanggapan Perusahaan
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk konsumsi makanan pada tahun 2024 berada di kisaran Rp 700 ribu. Angka ini menjadi tantangan tersendiri bagi brand besar yang ingin melakukan ekspansi ke pasar Kediri. Para pemain besar dituntut untuk menyusun strategi harga yang jitu agar produk premium mereka tetap dapat diterima, relevan, dan mampu bertahan di tengah daya beli konsumen lokal.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana merek besar dapat diterima di pasar dengan UMK rendah? Melihat harga produk yang ditawarkan tergolong cukup tinggi?
Strategi utama yang diterapkan para investor adalah menyuguhkan produk kelas menengah namun dikemas dengan kesan kelas atas. Konsumen tidak hanya membeli produk mereka tetapi juga membeli kualitas dan pengalaman.
Brand Teazzi pada tahun 2025 melakukan strategi uji pasar melalui foodtruck berlangsung selama dua minggu di halaman Kediri Town Square (1-14 Juli 2025). Setelah uji coba dinilai berhasil, pada awal tahun 2026 Brand Teazzi resmi membuka outlet di Kediri Town Square. Produk Teazii dibandrol dengan harga mulai Rp. 21.000 – Rp 41.000 untuk ukuran sedang.
Sementara itu, Soni Suharyono Owner Cold 'N Brew berhasil menerapkan strategi branding bahwa Coffe Shop miliknya dianggap merek dari luar negeri di kalangan konsumen, meskipun kenyataannya merupakan merek lokal. Serta merancang ide bagaimana akumulasi komooditas harga premium harga tinggi sesuai dengan biaya hidup di kota kecil dapat diterima oleh calon konsumen. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Septiana (2025) Rata-rata harga minuman di Kediri berada pada kisaran Rp 8.000- Rp 20.000.
Baca Juga: Kafe Menjamur, Kediri Jadi 'Medan Tempur' Brand Kopi Lokal dan Nasional
Melihat kondisi tersebut adalah tantangan utama para investor terhadap harga yang diberikan berjuang dengan UMK rendah. Diperlukan strategi yang matang dan siap terjun ke pasar agar diterima pasar dan mampu bertahan ditengan persaingan.
Penulis adalah Thalia Angle Kesi, Mahasiswa Politeknik Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian