KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga emas masih sangat fluktuatif. Dalam sehari harga bisa berubah hingga Rp 100 ribu per gramnya. Perubahan harga perhiasan itu memicu aktivitas transaksi di sejumlah toko emas di Kota Kediri yang tetap ramai. Banyak warga yang menjual perhiasannya. Seperti di kawasan pusat perdagangan emas Jalan Pattimura di Toko Emas Bagong, atau Toko Emas Mulia di Jalan Dhoho. Di dua toko emas itu masyarakat lebih banyak menjual emas perhiasannya.
Melinda, pemilik toko emas Bagong, mengungkapkan, volume kunjungan di tokonya terus mengalami peningkatan. “Beberapa hari ini memang lebih ramai. Sekarang lebih banyak yang menjual,” jelasnya.
Menurut Melinda, karakteristik emas perhiasan yang sangat fluktuatif membuat warga lebih responsif terhadap perubahan harga. Ia memperkirakan warga yang menjual emas akan mencapai puncaknya saat mendekati momen Lebaran dan tahun ajaran baru sekolah.
Baca Juga: Penjualan Emas Kediri Meledak, Galeri 24 Ludeskan 250 Gram Sehari
Di toko tersebut melayani pembelian kembali ( buyback ) untuk emas kadar 8 hingga 24 karat. Baik dari toko Bagong dan dari toko lain jaminan surat-suratnya lengkap.
Tak hanya di toko resmi, aktivitas transaksi emas juga merambah hingga ke jasa penukaran emas di jalanan. Di stan penukaran emas pinggir jalan, aktivitas jual-beli terpantau lebih ramai dari biasanya. Lastri, salah satu penjaga stan, mengaku dalam seminggu terakhir jumlah pelanggan meningkat.
“Sehari bisa 3 sampai 4 orang yang datang untuk menjual emas,” ungkap Lastri. Ia melayani pembelian emas dengan berbagai kadar, mulai dari 6 hingga 22 karat.
Baca Juga: Emas Makin Berkilau, Warga Kediri Rela 'Perang' Antrean Sejak Subuh
Menariknya, banyak warga memilih jasa penukaran jalanan karena alasan harga. Harga beli di stan jalanan seringkali lebih kompetitif dibandingkan di toko besar. “Kalau di toko ada potongan toko per gramnya, di tempat seperti kami, warga bisa mendapatkan harga yang sedikit lebih tinggi, kadang yang mau jual di sini jual dulu ke toko berani berapa, dan bersandar ke sini lagi,” ungkap Lastri.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian