KEDIRI, JP Radar Kediri – Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026 di Kota Kediri menunjukkan angka inflasi sebesar -0,37 persen. Alias terjadi deflasi. Angka deflasi ini pun lebih dalam dibandingkan Jawa Timur yang sebesar 0,20 persen dan 0,15 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatatkan bahwa terjadinya deflasi ini dipicu oleh penurunan harga pada beberapa komoditas tertentu. Tidak lain adalah cabai rawit dan merah. Yang mana, ketersedian pasokan yang melimpah ini membuat harga dipasaran turut merosot.
“Keduanya sama-sama mengalami penurunan harga yang signifikan sepanjang Januari 2026,” terang Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono melalui Stastisi Muda BPS Kota Kediri Hilda Oktarina.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini di Angka Rp2,844 per Gram, Anjlok Rp183.000 Ribu
Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada daging ayam dan telur ayam. Penurunan harga ini tidak lepas dipicu oleh penurunan permintaan imbas berakhirnya momen natal dan tahun baru. Dengan kata lain, permintaan kembali normal.
“Permintaan kembali ke nilai semula. Ke kondisi sebelum momen perayaan natal,” terang wanita yang akrab disapa Hilda itu.
Secara month to month (mtm), deflasi yang terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah sebesar 1,91 persen dengan andil 0,54 persen. Selanjutnya, sektor yang turut menyumbang deflasi datang dari sektor transportasi dengan andil sebesar 0,05 persen. Sedangkan deflasinya tercatat sebesar 0,38 besar.
“Tarif angkutan udara, ketika beroperasi kembali pada November kemarin, harga tiket dari Kediri ke Jakarta itu di angka Rp 700 ribu kemudian pada Desember mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Pada Januari ini mengalami penurunan walaupun penurunannya masih dikisaran Rp 900 ribu per tiket,” beber Hilda kepada awak media.
Sebaliknya, sektor yang terus mengalami inflasi datang dari sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya. Inflasinya tercatat sebesar 2,58 persen dengan andil 0,2 persen. Inflasi yang terjadi di sektor ini tidak lepas dari kenaikan pada komoditas emas perhiasan. Yang mana, inflasi pada emas perhiasan adalah sebesar 8,86 persen.
“Jadi dari minggu kesatu sampai minggu keempat Januari ini harga emas masih mengalami kenaikan,” terangnya.
Selain emas perhiasan, komoditas yang turut mengalami inflasi datang dari komoditas bawang putih. Inflasinya tercatat sebesar 3,05 persen dengan andil 0,02 persen. Terkait hal ini, kenaikan harga ini berkaitan dengan belum adanya realisasi impor dari negara produsen.
“Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan antara lain perlengkapan rumah tangga, kemudian juga ada kenaikan tarif kontrak rumah per Januari,” tambahnya.
Kedepan, Hilda mencatat ada beberapa hal yang patut diwaspadai. Berkaitan dengan perayaan Imlek, beberapa komoditas diprediksi akan mengalami kenaikan permintaan. Meliputi beras, daging ayam, telur ayam, dan beberapa komoditas pangan lainnya.
Baca Juga: Parkir Sumbang Pendapatan Tertinggi Pasar Tradisional di Kota Kediri, Tembus Ratusan Juta
Selanjutnya, emas perhiasan juga diprediksi masih mengalami kenaikan. Begitu pula dengan tarif angkutan antar kota, kereta api, dan angakatan udara.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian