KEDIRI, JP Radar Kediri - Perumda Pasar Joyoboyo terus berupaya mencari cara agar pasar tradisional tetap eksis di tengah gempuran penjualan online. Agar tetap ramai, dibutuhkan konsep baru untuk menggaet konsumen lebih banyak lagi. Salah satunya dengan konsep bagi pakai.
Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi mengatakan, tahun ini Pasar Bandar akan di konsep sama seperti Pasar Setonobetek.
“Rencana tahun ini yang akan digarap Pasar Bandar. Dibuat seperti Pasar Setonobetek,” ujar lelaki yang akrab disapa Luthfi ini.
Baca Juga: Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Genjot Ticketing di Pasar Tradisional, Ini Target Pemasukannya
Ya, Pasar Setonobetek menggunakan konsep bagi pakai. Konsumen yang datang ke pasar tidak hanya membeli sayur maupun sembako. Tetapi juga bisa memanfaatkan waktunya untuk bermain atau nongkrong.
Konsep ini cocok untuk keluarga yang ingin datang ke pasar tradisional. Bila ibunya fokus berbelanja sayur dan sembako, suami dan anak menunggu sembari bermain di area angkringan.
“Kalau Pasar Setonobetek konsepnya kafe-kafe. Sedangkan untuk Pasar Bandar nantinya akan lebih di konsep angkringan. Jadi setiap malam di bagian bawah (lantai 1, Red) akan diramaikan angkringan,” imbuh lelaki asal Blitar itu.
Menurutnya, konsep ini salah satu upaya agar anak-anak muda tidak malu ke pasar. Sebab selama ini mindset pasar adalah kumuh dan tidak gaul. Tak heran jika mereka malas ketika diminta untuk mengantarkan orang tuanya ke pasar.
Mindset itulah yang kini mulai diubah. Mereka setiap malam bisa nongkrong di bagian bawah Pasar Bandar.
Dan pulangnya sekalian membeli kebutuhan memasak di pasar tradisional yang memang buka hingga malam.
“Konsep ini (berbagi pakai, Red) diharapkan bisa memberikan dampak ke penjualan pasar tradisional,” tandasnya.
Baca Juga: Pemkot Kediri Aktifkan QR Code Pembayaran Kios di Pasar Tradisional, Ini Alasannya
Nantinya, tak hanya pemilik kafe yang berbelanja kebutuhan menu masakan dan minuman. Pengunjung yang datang ke kafe juga bisa menyempatkan waktu untuk berbelanja.
Ke depannya pihak Perumda Pasar Joyoboyo juga akan menambah fasilitas bermain untuk anak-anak.
“Konsepnya hampir sama dengan mal. Satu tempat bisa mencakup tiga aktivitas secara bersamaan,” ujarnya.
Pihaknya pun juga berupaya menjadikan pasar sebagai destinasi dalam program outing class. “Di sini (Pasar Tradisional, Red) mereka bisa belajar proses tawar menawar yang menjadi ciri khas pasar,” bebernya sembari menyebut jika pihaknya terus berusaha agar pasar tetap ramai.
Baca Juga: Sentra Kuliner Pasar Banjaran Kota Kediri Segera Beroperasi, Ini Target Waktunya
Di lain sisi, pedagang di Pasar Bandar menyambut baik adanya program tersebut. Mereka berharap dengan adanya angkringan tersebut mampu menambah penghasilan.
“Kalau bukanya malam, saya pun siap buka lapak sampai malam,” terang Darsinah, 48, pedagang perancangan.
Perempuan yang sudah berjualan hampir 15 tahun itu mengaku jika penjualan semakin menurun sejak pandemi Covid-19. Pembeli yang datang ke rukonya pun hanya pelanggannya saja.
Baca Juga: Pemkot Kediri Terapkan Konsep Bagi Pakai di Pasar Setonobetek, Sasar Gen Z
Tak heran dengan adanya informasi tersebut membuat mereka memiliki harapan baru. “Bagus lah kalau begitu.
Selama ini angkringan hanya ada satu atau dua saja. Tapi kalau jadi pusat angkringan pasti nanti pengunjung lebih banyak dan berdampak pada pedagang,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita