KEDIRI, JP Radar Kediri– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kediri yang bersumber dari retribusi pelayanan pasar tradisional menunjukkan tren positif.
Pemasukan atas penggunaan fasilitas pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Joyoboyo itu secara rutin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Djauhari Luthfi mengatakan, sejak 2022, PAD dari pasar selalu naik.
"Komitmen kami adalah mengoptimalkan pendapatan tanpa merugikan keberlangsungan perusahaan,” tegas pria yang akrab disapa Luthfi tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan integritas seluruh karyawan.
Luthfi memaparkan lonjakan angka yang cukup fantastis. PAD tutup buku 2021 yang disetorkan pada 2022 tercatat sebesar Rp 156 juta.
Angka ini kemudian melonjak drastis menjadi Rp 587 juta pada penyetoran tahun 2023 untuk tutup buku 2022.
Baca Juga: Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Genjot Ticketing di Pasar Tradisional, Ini Target Pemasukannya
Kenaikan signifikan terus berlanjut. Untuk tutup buku 2023 yang disetor pada 2024, nilainya mencapai Rp 1,1 miliar.
“Sementara berdasarkan data terbaru, PAD tutup buku 2024 yang telah disetorkan di 2025 berjumlah Rp 1,2 miliar,” ungkap Luthfi. Semua setoran itu, menurutnya, telah melalui proses audit yang ketat.
Meski realisasi PAD untuk tutup buku 2025 yang akan disetor 2026 masih dalam proses audit, optimisme tetap tinggi.
Luthfi yakin setoran tahun ini akan kembali membukukan kenaikan. “Semua perencanaan dan evaluasi kami lakukan rutin untuk memastikan tren peningkatan ini terjaga,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemkot Kediri Aktifkan QR Code Pembayaran Kios di Pasar Tradisional, Ini Alasannya
Secara terpisah, Luthfi juga menyampaikan target ambisius untuk tahun depan. “Kami menargetkan kenaikan sekitar lima belas persen untuk penyetoran di 2026 dibanding tahun sebelumnya. Namun, angka pastinya masih menunggu hasil audit,” tutur pria berkacamata itu.
Editor : Andhika Attar Anindita