Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wakili Indonesia di WEF Davos, BRI Tegaskan UMKM Sebagai Kunci Ekonomi Berkelanjutan

Anwar Bahar Basalamah • Minggu, 25 Januari 2026 | 12:02 WIB
Photo
Photo

Davos, JP Radar Kediri – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskanpentingnya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah(UMKM) sebagai bagian utama dalam agenda keuanganberkelanjutan global. Pandangan tersebut disampaikan DirekturUtama BRI Hery Gunardi dalam forum Indonesia Pavilion melaluipanel Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa (20/1/2026). Panel tersebut juga diikuti olehPresident and Chief Executive Officer of TCW Katie Koch, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita WidyaAnggraini dan Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis sebagaimoderator.

Dalam panel diskusi tersebut, Hery menjelaskan bahwa di negara berkembang, sektor UMKM sendiri mencakup lebih dari 90% daritotal jumlah usaha dan menjadi penggerak utama ekonomi, mulaidari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan rantai pasok lokaldan ketahanan ekonomi masyarakat. Meski demikian, peranUMKM masih kerap luput dari perhatian global mengenaikeberlanjutan.

Sejak awal berdiri hingga di usianya yang kini menginjak 130 tahun, BRI memang didesain untuk melayani segmen mikro dan UMKM. Komitmen tersebut tetap menjadi fondasi utama BRI. Karena itu, kami sangat senang dapat berada di WEF Davos 2026 untuk membahas isu keuangan berkelanjutan yang sejalan denganapa yang telah kami jalankan selama ini,” ujar Hery.

Baca Juga: BRI Berhasil Bina 42 Ribu Klaster Usaha untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ia menambahkan bahwa dalam konteks negara berkembang, keberlanjutan bukan lagi soal ambisi, melainkan soal eksekusi, yakni bagaimana memastikan pembiayaan berkelanjutan dapatdisalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar ke sektor-sektor yang paling membutuhkan.

Dalam konteks tersebut, sebagai bank UMKM terbesar di negara berkembang, BRI memadukan prinsip inklusi, pembiayaan, danprinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya. Bagi BRI, keuangan berkelanjutan bukanlah program tambahan, melainkanmenjadi proses bisnis yang diterapkan secara konsisten dalampembiayaan jutaan pelaku usaha setiap hari.

Tidak akan ada transisi hijau yang berhasil dan tidak akan adapertumbuhan yang inklusif tanpa UMKM yang ikut bergerak majubersama. Keberlanjutan yang sesungguhnya terjadi ketikapembiayaan menjangkau desa-desa, petani, serta pelaku usahamikro di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Hadirkan Perbankan di Pegunungan Alor NTT, BRILink Agen Ini Raih Predikat Jawara Nasional

Lebih lanjut, menurut Hery, perhatian global terhadap pembiayaanberkelanjutan kian menekankan pada dampak, transparansi, dan kualitas pelaksanaan. Alhasil, dibutuhkan kemampuan eksekusi di tingkat lokal agar pembiayaan berkelanjutan benar-benar dapatmenjangkau sektor yang membutuhkan.

BRI sendiri menjalankan peran sebagai anchor bank, denganmenjalin kemitraan bersama pemerintah, lembaga pembiayaanpembangunan, serta lembaga multilateral untuk menyalurkanpembiayaan campuran (blended finance) kepada pelaku UMKM. Tanpa dukungan institusi lokal yang kuat, pembiayaanberkelanjutan berisiko hanya berhenti pada tataran konsep, tanpamemberikan dampak nyata di lapangan,” ujar Hery Gunardi.

Digitalisasi pun menjadi kunci untuk memperluas jangkauanpembiayaan berkelanjutan hingga ke tingkat lokal. Pemanfaatanteknologi membuat pembiayaan lebih efisien, memperluas aksesbagi pelaku usaha, serta mendukung implementasi ESG(Environmental, Social & Governance) hingga ke segmen UMKM.

Baca Juga: Gunakan Fitur Self Assessment BRI, Bisnis Camilan NM Kitchen Kini Standar Nasional

Hal ini pun sejalan dengan upaya BRI dalam menjalankan perannyasebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian yang disalurkan BRI mencapai 80,02% dari total portofolio kredit, atau setara denganRp1.150 triliun. Selain penyaluran pembiayaan, BRI juga secarakonsisten memperluas dampak melalui berbagai program pengembangan kapasitas UMKM. Program-program tersebut antaralain Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, serta platformLinkUMKM, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 jutapelaku UMKM di seluruh Indonesia.

 

Keywords: BRI, BBRI, , World Economic Forum Davos 2026

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sustainable finance #bank rakyat indonesia #bri #Forum Davos 2025