KEDIRI, JP Radar Kediri- Komoditas emas masih terus diburu. Meski harganya cenderung naik, permintaannya tetap tinggi. Bahkan emas menjadi komoditas yang selalu tercatat sebagai komoditas penyumbang inflasi dalam lima bulan terakhir.
Sejauh ini, emas menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar kedua di Kota Kediri secara month to month. "Emas perhiasan itu mengalami kenaikan harga secara global sepanjang Desember 2025," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Berdasarkan data dari BPS Kota Kediri, inflasi yang terjadi pada komoditas emas pada Desember adalah sebesar 6,42 persen dengan andil 0,13 persen. Meningkat dibanding pada November yang mencatat poin 0,01 persen.
Sementara, inflasi pada komoditas emas di Desember 2025 masih lebih rendah dibanding Oktober. Saat itu, inflasinya mencapai 13,85 persen dengan andil 0,25 persen.
Emil Wahyudiono memperkirakan komoditas emas masih sangat mungkin menjadi penyumbang inflasi di awal 2026 ini. Hal itu tidak terlepas dari situasi global saat ini. "Harga emas global kemungkinan masih mengalami kenaikan," ujarnya.
Dia menambahkan, ada beberapa komoditas lain yang juga perlu diwaspadai di Januari ini. Salah satunya adalah tarif bahan bakar minyak (BBM). Khususnya yang non-subsidi. Menurutnya, penyesuaian harga bakan terus terjadi mengingat ada konflik global antara Venezuela dan Amerika Serikat.
"Venezuela kan menjadi penghasil BBM tertinggi, juga di level dunia atau secara global. Bisa memengaruhi harga BBM secara global. Nah kebijakan itu tentu menjadi kebijakan nasional dan ini tentu tetap harus diwaspadai sebagaimana menjaga inflasi agar terkendali," tandasnya. (em/rq)
Grafis Sumbangsih Komoditas Emas secara month to month (mtm)
Desember Inflasi : 6,42 persen
Andil Infasi : 0,13 persen
November Inflasi : -
Andil Inflasi : 0,01 persen
Oktober Inflasi : 13,85 persen
Andil Inflasi : 0,25 persen
September Inflasi : 8,12 persen
Andi Inflasi : 0,14 persen
Agustus Inflasi : 0,93 persen
Andil Inflasi : 0,02 persen
Editor : rekian