Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Target 4 Pasar Pasang Parkir Digital 

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 7 Januari 2026 | 02:00 WIB
Ticketing digital di Pasar Banjaran, Kota Kediri.
Ticketing digital di Pasar Banjaran, Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Sistem tiket digital yang diberlakukan Perumda Pasar Joyoboyo mampu meningkatkan pendapatan parkir. Peningkatan tersebut bisa naik sepuluh sampai dua puluh persen dari pendapatan biasanya.

Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi mengatakan, ticketing digital ini mampu meningkatkan pendapatan sekitar 10 hingga 20 persen. “Yang biasanya dapat Rp 1 juta. Kini bisa mencapai Rp 1,2 juta hingga Rp 1,6 juta,” ujar lelaki yang akrab disapa Luthfi.

Untuk diketahui, sistem ticketing digital ini sudah diberlakukan di Pasar Banjaran sejak November lalu. Pemasangan di sana salah satu contoh pasar tradisional pertama untuk uji coba sistem baru.

Baca Juga: Kebocoran Parkir Tamat! Perumda Joyoboyo Kota Kediri Terapkan Sistem Ticketing Digital

Tahun ini, ditargetkan ada empat pasar yang diberlakukan parkir digital. Lokasinya berada di Pasar Grosir, Pasar Setonobetek, Pasar Pahing, dan Pasar Bandar.

"Kami memilih empat pasar itu karena beberapa alasan. Pertama kondisi pasar yang memang memungkinkan untuk dipasang parkir digital. Kedua memang pasarnya ramai," imbuhnya.

Sedangkan pasar lain belum dimungkinkan karena beberapa alasan. Salah satunya kondisi pasar yang tidak memungkinkan untuk dipasang alat tersebut. Seperti Pasar Bawang, Pasar Mrican, Pasar Bandar Ngalim, dan lain-lain.

Baca Juga: Atap Pasar Bawang Kota Kediri Banyak Rusak dan Sering Banjir, Ini Kata Perumda Pasar Joyoboyo

Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, pemberlakuan sistem ticketing digital ini membantu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan parkir yang dilakukan oleh perumda.

Ditanya terkait realisasinya, Luthfi menyebut jika saat ini memikirkan sedang mengkaji anggaran dengan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasar.

"Kalau di Pasar Banjaran kemarin satu alat membutuhkan biaya sekitar Rp 80 juta. Tentu ini akan berbeda dengan pasar di tempat lain. Misalkan di pasar Setonobetek saja pintunya ada lima. Otomatis alat yang terpasang juga harus menyesuaikan," tutupnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Pahing Kota Kediri Keluhkan Atap Bocor, Begini Respon Pengelola Pasar

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek Yulianti mengaku senang jika diberlakukan parkir digital. Sebabnya kondisi parkir dapat diminimalkan.

“Ya bagus kalau di pasar-pasar besar akan ada sistem parkir digital tersebut. Kecurangan tarif parkir yang berbeda antara satu pengunjung dengan yang lain sudah tidak ada,” tuturnya.

Seperti yang diberitakan, Perumda Pasar Joyoboyo tidak ingin adanya kebocoran pada retribusi parkir pasar tradisional. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, memasang sistem ticketing digital di Pasar Banjaran pada November 2025.

Baca Juga: Tim Gabungan Sidak di Pasar Modern Kediri

Terkait sistem kerjanya, hampir sama dengan sistem parkir Taman Sekartaji atau Taman Ngronggo dan mal di Kota Kediri. Pada pintu masuk pengunjung bisa menekan tombol hijau hingga keluar tiket parkir.

Selain itu, di pintu keluar terdapat pos petugas. Di sana pengunjung dapat membayar sesuai tarif yang ditetapkan. Yakni Rp 2 ribu untuk sepeda motor, kemudian motor khusus yang membawa obrok Rp 3 ribu. Serta kendaraan mobil dikenakan tarif Rp 5 ribu.

Barulah setelah proses pembayaran selesai, petugas membuka palang pintu tersebut.

Editor : rekian
#Pasar Setono Betek #pasar tradisional #Ticketing Digital #pasar pahing #kota kediri