JP Radar Kediri– Sektor perhotelan di Kota Kediri mengalami peningkatan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel melonjak. Bahkan menyentuh angka 100 persen pada malam pergantian tahun.
Puncak keramaian tamu hotel ini terjadi secara merata pada 31 Desember dan 1 Januari. Mayoritas tamu datang dengan tujuan mudik, liburan keluarga, hingga urusan bisnis.
Manager Citihub Hotel Kediri, Wisnu Tri Handika menyebutkan bahwa dari total 59 kamar yang tersedia, okupansinya mencapai 100 persen. Khususnya pada 1 Januari 2025. Peningkatan itu terjadi selama periode 25 hingga 31 Desember.
"Sempat turun pada 28 dan 30 Desember, tapi hari lainnya hampir 100 persen. Kebanyakan adalah tamu liburan keluarga," ujar Wisnu.
Meski tergolong tinggi, menurut pengamatannya, momen Nataru tahun lalu justru terasa sedikit lebih ramai dibandingkan tahun ini. Khususnya dalam hal jumlah tamu secara keseluruhan.
Senada dengan Wisnu, Supervisor Hotel Jamboo, Jarwo, mengungkapkan bahwa kenaikan tamu mulai terasa sejak sebelum Natal. Rata-rata tingkat okupansi bertahan di angka 90 hingga 100 persen.
"Paling ramai itu tanggal 31 kemarin. Sekarang pun masih ramai karena masih 'bau' liburan," tuturnya.
Jarwo menilai tren Nataru tahun ini justru lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Tamu yang datang didominasi dari luar kota seperti Surabaya dan Malang.
Mereka datang untuk urusan bisnis, keluarga, maupun sekadar transit. Tingginya minat tamu membuat sebagian besar kamar habis melalui sistem booking terlebih dahulu.
Selain daya tarik wisata, lonjakan ini menurut Jarwo juga terbantu karena program Mapan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.
Melalui program ini, wisatawan cukup mencari destinasi di Kediri dan akan muncul rekomendasi hotel terdekat.
Hal ini dinilai efektif mempermudah pendatang untuk mencari akomodasi di wilayah Kota Kediri secara cepat.
Editor : Andhika Attar Anindita