Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Maika Nurhayati, Perempuan Asal Kota Kediri Menaklukan Panggung ASEAN

rekian • Selasa, 25 November 2025 | 00:12 WIB

MEMBANGGAKAN: Maika Nurhayati saat menerima penghargaan AWEN
MEMBANGGAKAN: Maika Nurhayati saat menerima penghargaan AWEN
KEDIRI, JP Radar Kediri- Prestasi gemilang ditorehkan putri daerah Kota Kediri, Maika Nurhayati, S.T., M.Si., FISQua. Ia terpilih sebagai salah satu dari 100 perempuan pengusaha terbaik ASEAN yang menerima ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) Award 2025. Yakni acara bergengsi di Phnom Penh, Kamboja. Penghargaan ini tidak hanya mengukuhkan kapasitasnya sebagai pengusaha, tetapi juga mengakui kontribusinya yang luas di bidang sosial dan kesehatan masyarakat.

Jalan yang dilalui Maika menuju panggung internasional tidaklah linear. Perjalanan kariernya justru menunjukkan lintasan yang unik dan penuh makna. Dari seorang insinyur teknik lingkungan, kemudian menjelma menjadi pengusaha multisektor, hingga akhirnya menjadi tokoh penting dalam isu kesehatan dan perekonomian dalam kancah nasional maupun internasional.

Transformasi: Dari Teknik Lingkungan ke Dunia Bisnis

Perempuan kelahiran Kediri, 31 Mei 1981 ini merupakan lulusan Teknik Lingkungan ITS Surabaya. Dia mengawali karier profesionalnya sebagai konsultan lingkungan di Bappenas. Jiwa wirausaha yang menggebu mendorongnya sebagai perintis PT. Putri Karya Mayaksa. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan sistem integrasi gedung. Langkah beraninya memasuki bidang yang berbeda dari latar belakang pendidikannya membuktikan kemampuan adaptasi dan daya jelajah intelektualnya yang tinggi.

Tak berhenti di situ, Maika melanjutkan ekspansi bisnisnya dengan mendirikan PT. Trilogi Semesta Jaya yang bergerak di sektor properti. Di sini, ia tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memimpin dengan keteguhan hati dan visi yang jelas. Mengelola proyek konstruksi berskala besar di atas lahan 20 hektar. Di tengah ketidakpastian ekonomi, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, dengan ketekunan dan integritas, Maika membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan mampu menciptakan dampak nyata. Dari membangun jejaring strategis, menjaga stabilitas bisnis, hingga memastikan setiap aspek operasional berjalan dengan prinsip kehati-hatian.

Inovasi dan Empati di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi banyak orang. Termasuk bagi Maika, pandemi menjadi momen baginya untuk bangkit dan berinovasi. Berawal dari kegemarannya “mengulik seni” dan keprihatinannya terhadap nasib pengrajin yang terdampak, dia membangun jejaring pengrajin dari berbagai daerah. Serta meluncurkan toko online DIY-HomeDecor di Tokopedia. Produk andalannya, seperti besek lukis berhasil menarik perhatian pasar dan meraih rating sempurna 5.0 hingga kini.

Memasuki masa new normal, Maika kembali memcoba peluang baru dengan memanfaatkan keahlian IT perusahaannya. Ia terlibat sebagai pengembang sistem informasi untuk sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Iskak Tulungagung. Sebuah proyek yang berhasil menarik perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan bahkan dijadikan model percontohan nasional.

Dari Dunia Kesehatan ke Komitmen Nasional Atasi TBC

Keterlibatannya di sektor kesehatan membawa Maika pada isu strategis: Tuberkulosis (TBC). Berbeda dengan kebanyakan pengusaha, ia tak hanya terjun langsung, tetapi juga membawa isu ini ke ranah kebijakan melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Atas konsistensi dan integritasnya, Maika kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Pencegahan dan Pengendalian Penyakit KADIN Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, KADIN aktif menggandeng berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam penanggulangan TBC. Jejaringnya yang luas memungkinkan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga menyoroti dampak ekonomi TBC terhadap produktivitas dan daya saing bangsa.

Strategi Dua Pilar: Kebijakan dan Gerakan Akar Rumput

Tak hanya di KADIN, Maika juga dipercaya sebagai Vocal Point untuk isu kesehatan dalam forum Women Business Association (WBA) BRICS, mewakili Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Baginya, kedua peran ini saling melengkapi: KADIN menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan, sementara IWAPI menjadi wadah implementasi di tingkat akar rumput, khususnya melalui pemberdayaan UMKM.

Untuk memperkuat kontribusinya, Maika melanjutkan studi Doktor (S3) di Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia dengan fokus penelitian pada pemetaan kerentanan wilayah terhadap TBC. Pendekatan akademis ini melengkapi kerja lapangannya yang telah berjalan, sekaligus mencerminkan komitmennya yang holistik dalam menjawab tantangan kesehatan nasional.

Penghargaan ASEAN: Bukti Dampak Nyata Perempuan Pengusaha

“Penghargaan ASEAN ini mengukuhkan bahwa kontribusi perempuan pengusaha tidak hanya diukur dari kesuksesan bisnis, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan. Perjalanan Ibu Maika membuktikan bahwa dengan ketangguhan dan visi yang jelas, seorang pengusaha dapat menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar seorang pengamat ekonomi dan kesehatan.

Melalui perjalanan kariernya yang multidimensi, Maika Nurhayati tidak hanya menginspirasi perempuan Indonesia untuk berwirausaha, tetapi juga menunjukkan peran strategis dunia usaha dalam mendukung agenda kesehatan nasional. Yakni membawa nama Kota Kediri dan Indonesia berkibar di kancah global.(adv)

Editor : rekian
#universitas indonesia #brics #ASEAN Women Entrepreneurs Network #teknik lingkungan #umkm #its #wba #kadin #asean #iwapi #kota kediri