KEDIRI, JP Radar Kediri – Dalam momen Hari Ulang Tahun ke-14 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja jasa keuangan di wilayah kerja kantor OJK Kediri menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tengah perlambatan ekonomi global. Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menyampaikan bahwa hingga posisi September 2025, kinerja industri jasa keuangan di wilayah karesidenan Kediri dan Madiun. Hasilnya, menunjukkan tren positif meski di tengah perlambatan ekonomi global.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit atau pembiayaan yang mencapai 1,97 persen. Lalu, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 2,84 persen. Di sektor pasar modal, tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ditandai dengan pertumbuhan jumlah investor baru sebesar 22,10 persen (yoy) dan kenaikan kepemilikan saham hingga 23,21 persen.
Meski performa industri relatif stabil, Ismirani menilai tantangan sektor jasa keuangan kini semakin kompleks. Terutama terkait percepatan digitalisasi dan maraknya modus penipuan berbasis teknologi. “Di tengah dinamika global, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga. Namun kami tetap perlu memperkuat perlindungan konsumen, literasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan industri keuangan yang semakin tangguh,” terang Ismirani.
Saat ini, OJK Kediri kian meningkatkan kolaborasi untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Sepanjang 2025, kolaborasi OJK Kediri bersama industri jasa keuangan (IJK) dan pemerintah daerah berjalan masif, tercermin dari berbagai program inklusi. Antara lain program SICANTIK, kerja sama dengan GOW Kabupaten Kediri. Menyasar peningkatan kecakapan literasi keuangan ibu rumah tangga sebagai pengelola keuangan keluarga.
Kemudian, Hari Indonesia Menabung yang diselenggarakan di Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Madiun, diikuti 850 pelajar dan didukung penuh oleh para Kepala Daerah. Lalu edukasi massal, sebanyak 92 kegiatan edukasi telah digelar di 13 Kabupaten/Kota hingga Oktober 2025. Rangkaian kegiatan ditutup dengan meriah melalui Kediri Financial Festival (FinFest) 2025 pada Sabtu (18/10) sampai dengan Minggu (19/10).
Kegiatan FinFest ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Kediri. Acara tersebut menarik lebih dari 4 ribu pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp 5,74 miliar dalam dua hari penyelenggaraan.
Selain itu, OJK Kediri senantiasa melakukan penguatan perlindungan konsumen dan penanganan scam. Ismi memaparkan hingga Oktober 2025, OJK Kediri telah menerima 1.106 layanan konsumen, terdiri atas 628 surat pengaduan, 407 konsultasi langsung (walk-in), dan 71 layanan melalui telepon.
Ismirani juga menyoroti peran OJK dalam pembentukan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sebagai pusat koordinasi nasional pemberantasan penipuan digital. Sejak November 2024 hingga Oktober 2025, IASC menerima lebih dari 200 ribu laporan penipuan digital dengan potensi kerugian Rp 7,3 triliun.
Melalui koordinasi lintas lembaga, sebanyak 510 ribu rekening telah diblokir dan dana sebesar Rp381 miliar berhasil diselamatkan. “OJK akan terus memperkuat sinergi dan respons cepat dalam melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan digital,” pungkas Ismirani.
Editor : Anwar Bahar Basalamah