Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat okupansinya mencapai 51,3 persen. Lebih tinggi dari okupansi Provinsi Jawa Timur sebesar 48,37 persen dan nasional 50,16 persen. Bahkan September itu pula okupansinya mengalami peningkatan dibandingkan Agustus sebesar 48,55 persen.
Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat okupansi hotel mengalami peningkatan. Pihaknya mencatat adanya event di Kota Tahu menjadi pemicu terjadinya peningkatan tersebut. Di antaranya adalah Parade Sepeda Hias, Kediri Color Run 2025, festival musik, dan sebagainya.
Okupansi pada September bukanlah yang tertinggi di tahun ini. Paling tinggi terjadi pada April 2025. Yakni ketika ada momen hari raya Idul Fitri. Saat itu, BPS Kota mencatat okupansi hotel mencapai 65,17 persen.
“Secara keseluruhan, TPK (tingkat penghunian kamar) hotel mengalami kenaikan signifikan pada momen-momen tertentu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sri Rahayu mengatakan, event-event dari pemerintah daerah membuat perhotelan di Kediri Raya bisa sedikit tersenyum.
“Jalan yang ditempuh pemerintah untuk pasokan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bisa dengan sering mengadakan event,” ujar wanita yang akrab disapa Yayuk itu.
Kedepan, Yayuk berharap pemerintah lebih sering mengadakan event. Terutama event-event tingkat provinsi ataupun nasional. Pasalnya, keberadaan event tersebut akan mendatangkan tamu dari luar Kediri Raya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian