KEDIRI, JP Radar Kediri- PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melalui PG Meritjan ikut menyukseskan Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri Kementerian Pertanian melalui bongkar ratoon serta perluasan areal.
Bongkar ratoon adalah peremajaan lahan tebu agar produktivitas meningkat dan mendukung target swasembada gula nasional.
Secara simbolis, program tersebut dilaksanakan di Kebun Jajar Desa Ngablak Kecamatan Banyakan lahan milik H. Pujianto, salah satu petani binaan PG Meritjan kemarin.
Program Bongkar Ratoon ini meliputi peremajaan tebu yang sudah tidak produktif, penyiapan benih, penyediaan pupuk, pendampingan petani, serta penguatan kemitraan dengan pabrik gula.
“Di wilayah Kabupaten Kediri ini bongkar ratoon kami targetkan untuk petani dengan luasan lahan tujuh ribu hektare,” ujar Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementrian Pertanian Kuntoro Boga Andri.
Kuntoro menegaskan, program bongkar ratoon dilaksanakan supaya produksi pabrik guka meningkat, produktivitas tebu naik, dan pendapatn petani meningkat.
Dan melalui program ini minimal satu petani mendapat bantuan berupa 60 ribu mata tebu untuk satu hektare sekaligus biaya untuk penanaman.
“Masing-masing petani mendapatkan bantuan maksimal untu tanam seluas 5 hektar,” terang Kuntoro.
Tak mau ketinggalan, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang ikut hadir dalam acara tersebut. Mbak Dewi menyambut positif program bongkar ratoon di wilayah Kabupaten Kediri.
Pemkab Kediri akan mendorong petani tebu untuk untuk lebih produktif dan memudahkan semua akses yang dibutuhkan petani.
“Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder petani tebu untuk ketersediaan bibit, pupuk, dan peralatan untuk kemudahan petani,” tutur Mbak Dewi.
Sementara itu, General Manager PG Meritjan Wakhyu Priyadi Siswosumarto mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah kepada petani tebu demi sukseskan swasembada gula nasional.
“Kami dari PG Meritjan menyambut baik program ini untuk meningkatkan produktivitas pabrik, dan menambah kesejahteraan petani tebu demi suksesnya swasembada gula nasional,” tandas Wakhyu.
Editor : Andhika Attar Anindita