Beberapa bandara di Indonesia saat ini berhenti beroperasi, baik secara total maupun sebagian. Penutupan sementara ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kendala teknis, dampak aktivitas vulkanik, hingga keputusan bisnis maskapai penerbangan.
Berdasarkan laporan resmi otoritas bandara dan pemberitaan media nasional hingga Oktober 2025, berikut daftar bandara yang saat ini tidak melayani penerbangan komersial.
Bandara Dhoho Kediri: Seluruh Penerbangan Komersial Dihentikan
Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menghentikan seluruh penerbangan komersial hingga setidaknya akhir Juli 2025. Penghentian ini dipicu oleh kekurangan armada maskapai Citilink, satu-satunya operator yang sebelumnya melayani rute dari dan ke Kediri.
Meski demikian, pihak pengelola memastikan bandara tetap beroperasi untuk aktivitas non-komersial, seperti pemeliharaan, pelatihan, dan penerbangan teknis. “Fasilitas tetap dijaga agar siap digunakan kembali ketika penerbangan komersial dibuka,” kata seorang pejabat pengelola Dhoho, Rabu (8/10).
Bandara Kertajati, Jawa Barat: Penerbangan Domestik Tutup Total
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menghentikan seluruh penerbangan domestik sejak 2 Juni 2025. Saat ini, bandara yang berlokasi di Majalengka itu hanya melayani penerbangan internasional ke Singapura dengan maskapai Scoot, serta penerbangan haji.
Keputusan penghentian rute domestik ini diambil akibat rendahnya tingkat keterisian penumpang dan keterbatasan armada maskapai. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perhubungan masih meninjau strategi jangka panjang untuk menghidupkan kembali bandara tersebut.
“Operasional internasional tetap berjalan, namun untuk penerbangan domestik belum ada rencana pembukaan kembali dalam waktu dekat,” kata seorang sumber di Kementerian Perhubungan.
Bandara di NTT Terdampak Erupsi Gunung Berapi
Dua bandara di Nusa Tenggara Timur — Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere dan Bandara Gewayantana di Larantuka — ditutup sementara pada awal Oktober 2025 karena terdampak abu vulkanik.
Bandara Fransiskus Xaverius Seda ditutup usai erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Abu vulkanik dilaporkan mencapai ketinggian yang mengganggu jalur penerbangan di wilayah Flores Timur.
Sementara itu, Bandara Gewayantana di Larantuka juga menutup seluruh operasional akibat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok. Otoritas bandara menyatakan penutupan dilakukan demi keselamatan penerbangan dan akan dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman.
“Debu vulkanik berpotensi merusak mesin pesawat, sehingga seluruh penerbangan dibatalkan sementara,” ujar pejabat otoritas bandara setempat.
Editor : Jauhar Yohanis