Seperti yang disampaikan Nuryadi, petani asal Desa Mejono, Kecamatan Plemahan. Saat ini, harga jual eceran jagung dengan kondisi kering (tanpa tongkol) mencapai Rp 6,2 ribu per kilogram (kg).
Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan petani yang panen bulan lalu. Saat itu, harganya di kisaran Rp 5,5 ribu per kg. "Alhamdulilah sedang naik, untungnya lebih banyak,” ungkap Nuryadi.
Meskipun harga jual sedang tinggi, petani jagung juga masih didera masalah serangan hama dan cuaca yang tidak menentu. Hal tersebut membuat banyak jagung yang tidak tumbuh dengan optimal.
Kondisi cuaca juga turut memengaruhi jadwal panen di beberapa lokasi. Seperti Di beberapa desa lain di Kecamatan Plemahan masa panen belum terjadi secara serentak. “Belum semua panen, di daerah Kayenlor saja sepertinya sekitar pertengahan bulan baru panen,” jelasnya.
Sementara itu, harga di tingkat tengkulak untuk sistem borongan (tebasan) juga terbilang tinggi. Suyono, salah satu pekerja tengkulak tebasan asal Desa Padangan, mengatakan bahwa harga jual jagung sistem tersebut kini dipatok di harga Rp 6 juta per seratus unit panen.
“Kalau dari tengkulak juga lumayan tinggi, petani masih mendapatkan untung,” ucapnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian