Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan, ada dua komoditas yang bersaing ketat menyumbang inflasi di Kota Kediri. Pertama adalah komoditas daging ayam ras yang kedua adalah perhiasan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri terkait Inflasi September 2025 menjelaskan, daging ayam ras memberi andil inflasi sebesar 0,18 persen. Dengan inflasi 11,13 persen.
“Daging ayam ras ini menjadi komoditas tertinggi yang memberi andil inflasi secara month to month,” jelas lelaki yang akrab disapa Emil itu.
Permintaan daging ayam bulan ini sangat tinggi. Itu karena ada momen perayaan Maulid Nabi. Momentum itu ikut memengaruhi sisi demand. Sedangkan terkait supply mulai dari pertengahan September ada kenaikan harga pakan seperti jagung.
“Ketika harga pakan naik, secara tidak langsung produsen juga akan memengaruhi kenaikan harga pada daging ayam ras di pasaran,” imbuh Emil.
Komoditas daging ayam ras ini bersaing ketat dengan emas perhiasan. Berdasarkan month to month (mtm), emas perhiasan ini memberi andil inflasi sebesar 0,14 persen. Dengan nilai inflasi mencapai angka 8,12 persen.
Tingginya harga emas karena dipengaruhi harga emas global. Jadi ketika emas global naik biasanya selalu memengaruhi harga emas di tingkat nasional dan tingkat lokal khususnya Kota Kediri.
“Kecenderungannya begitu. Saat ini, emas di Provinsi Jawa Timur sedang mengalami kenaikan,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Adapun komoditas lain yang juga memberi andil inflasi adalah cabai rawit. Yakni sebesar 0,03 persen. Sedangkan nilai inflasi 11, 80 persen. Khusus untuk cabai rawit, faktor penyebab adalah pengaruh musim.
Ketika musim panen maka harga kecenderungan akan turun karena stok melimpah. Sebaliknya ketika pasokan sedikit maka harga akan mengalami kenaikan.
Selain tiga komoditas di atas, ada komoditas lain yang turut menyumbangkan inflasi. Diantaranya yaitu sigaret kretek mesin (SKM), cabai merah, jeruk, semangka, salak, dan minyak goreng.
Lebih lanjut Emil menjelaskan, pemerintah sebagai pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menjaga supply dan demand agar tetap aman.
Sejauh ini, sudah banyak upaya yang dilakukan. Misalnya dengan mengajak masyarakat menanam cabai di kebunnya sendiri. Sehingga permintaan di pasar tidak terlalu tinggi karena kebutuhan cabai di suplai dari kebunnya sendiri.
“Permintaan tidak terlalu tinggi dan harga di pasar tetap terjangkau,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian