Kunci kesuksesan pabrik berkapasitas 6 ribu ton cane day (TCD) itu adalah mampu memenuhi ketersediaan bahan baku tebu (BBT) di setiap musim giling.
Saat ini, PG Ngadiredjo mengelola tanaman tebu dengan luasan lahan sekitar 12 ribu hektar. Dan 85 persen diantaranya merupakan milik petani. Sisanya milik pabrik gula.
"Ini menunjukkan bahwa keberlangsungan pabrik ini tergantung pada sinergitas antara kami dengan para petani tebu," tegas Wayan Mei Purwono, General Manager PG Ngadiredjo.
Petani binaan PG Ngadiredjo mencapai 670 petani. Dari jumlah tersebut menjadi kunci sukses PG Ngadiredjo untuk keberlangsungan perusahaan dalam melaksanakan tugas giling setiap musim.
Menurut Wayan, kunci keberhasilan PG Ngadiredjo terletak pada kemampuan menjaga kerja sama dan hubungan baik dengan para petani tebu.
“Ibarat kata, jika perlu setiap hari silaturahmi datangi petani, ya itu harus dilakukan,” tegasnya.
Karena itu, petani tebu menjadi aset krusial. Untuk menjaga hubungan baik, petani harus diberikan kenyamanan agar mereka mau terus mengirim tebu ke pabrik gula. Tidak hanya dalam hal penyerapan tebu tapi juga sejak proses awal tanam.
Misalnya, ketika perawatan tanaman, Wayan mengaku, pihaknya harus hadir untuk membantu dengan sarana dan prasarana.
“Misalnya penyediaan pupuk, kemudian herbisida. Saat tebang juga dibantu. Kalau pas giling, ya kita bantu percepatan penjualan gula lewat lelang dan juga penjualan tetes, sehingga pembayarannya tidak sampai telat,” jelasnya.
Pada momentum hari tani nasional ini, PG Ngadiredjo mengucapkan selamat memperingati hari tani nasional dan terima kasih banyak atas kepercayaan para petani kepada PG Ngadiredjo. "Mari kita sukses bersama dan wujudkan swasembada gula nasional pada 2027 mendatang," pungkas Wayan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian