Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Omzet PKL di Semampir Anjlok Imbas dari Penutupan Jembatan

Diana Yunita Sari • Selasa, 23 September 2025 | 18:26 WIB

 

Penjual gado-gado menyajikan pesanan konsumen.
Penjual gado-gado menyajikan pesanan konsumen.

KOTA, JP Radar Kediri- Penutupan Jembatan Semampir Kota Kediri tidak hanya membuat arus lalu lintas di Jongbiru dan Mrican macet. Tapi juga berdampak pada perputaran ekonomi pedagang kaki lima (PKL).

Seperti Kasini, pedagang gado-gado di Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, mengatakan penurunan penjualan terjadi setelah jembatan tersebut ditutup. Omzet dagangannya anjlok lebih dari 50 persen.

Biasanya dia mampu menjual lebih dari 35 porsi gado-gado per hari. “Sejak penutupan, penjualan turun hingga 20 porsi sehari,” ucapnya.

Sebelumnya, jumlah pembeli memang sudah lesu sejak sebelum penutupan jembatan. Sekarang diperparah dengan berkurangnya kendaraan yang melintas.

“Hingga pukul 12 siang baru ada lima pembeli," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Narto, penjual mi ayam di Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir. Dia mengeluhkan sebagian besar pembeli mereka adalah orang-orang yang melintas di jalan raya.

Untuk menyiasati sepinya pembeli maka dia juga melayani pesanan dengan sistem cash on delivery (COD). “Ini untuk menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujarnya.(c2)

 Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#penutupan #jembatan #penjual #pembeli #gado gado #sepi