KABUPATEN, JP Radar Kediri– Harga jual mangga di pasar buah Banyakan relatif lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Mahalnya harga karena musim hujan menyebabkan panen tidak maksimal. Hal ini berimbas pada penjualan yang menurun.
“Harganya sekarang jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Jika tahun sebelumnya termahal di angka Rp 20 ribu, sekarang ini Rp 20 ribu adalah harga termurahnya,” jelas Ana, salah satu pedagang mangga yang ada di pintu masuk pasar buah Banyakan.
Mangga termurah adalah jenis Manalagi yang dibanderol Rp 20 ribu. Kemudian yang termahal yaitu mangga Podang dan Golek sebesar Rp 25 ribu. Perempuan asal Desa Maron, Kecamatan Banyakan itu mengaku jika pendapatannya menurun dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama.
“Kalau tahun kemarin pendapatan tertinggi bisa mencapai jutaan. Sekarang kalau sedang ramai pendaatannya hanya sekitar Rp 800 ribu,” akunya.
Menurutnya, mangga podang menjadi salah satu jenis mangga yang paling banyak diminati. Itu karena memiliki kulit dominan kuning dengan semburat merah saat matang di pohon. Rasanya pun khas dibandingkan jenis mangga yang lain.
Mangga podang yang masuk di pasar buah Banyakan berasal dari lereng Gunung Wilis wilayah Kediri. Seperti Kalipang, Kalimas, dan Tarokan. Pedagang tidak mau menerima stok dari wilayah Nganjuk. Hal tersebut dikarenakan tekstur buah yang berbeda.
“Dari Kediri lebih enak. Teksturnya lebih padat, nggak jemek,” ujar Tina, pedagang mangga yang lain.
Perempuan berusia 34 tahun itu menyebut jika penjualan di kiosnya masih sepi. Itu karena harganya masih mahal. Dia pun menduga jika ramainya pembelian akan terjadi ketika masa panen Desember nanti tiba.
“Tingginya harga mangga podang disebabkan banyak petani gagal panen. Saat pohon mulai berbunga, cuaca masih musim hujan sehingga bunga banyak rontok,” bebernya. (la/tar)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah