“Sudah dibatasi D0C (Day Zero Chicken)-nya sama PT kemitraan,” ucap pria 42 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin (16/9). (16/9).
Pembatasan D0c atau Day Zero Chicken (ayam anakan) membuat pasokan ayam di pasaran ikut berkurang. Sesuai hukum pasar, saat pasokan berkurang dan permintaan tinggi maka harga ayam menjadi terkerek.
“Anakan ayam dan pakan yang kami miliki ini semuanya sudah disupply dari PT,” imbuhnya.
Menurut Dedi, pembatasan ayam anakan itu diduga untuk menjaga kestabilan harga ayam agar tidak terjun bebas. Hal ini akan menguntungkan pihak kemitraan dan peternakan. “Alokasi DOC dilakukan tiap minggu,” tambah Dedi.
Untuk diketahui, segala kebijakan harga ayam di peternakannya sudah ditetapkan kemitraan. Dari kandang, harga ayam hidup miliknya dibanderol seharga Rp 20 ribu per ekor. Padahal di pasar sudah tembus Rp 38 ribu per kilogram.
“Sekali panen biasanya sepuluh ribu ekor, harganya udah kontrak kemitraan seharga Rp 20 ribu per ekornya, gak bisa berubah,” tambah pria tersebut.
Ayam dari kandang peternak itu akan didistribusikan kemitraan ke penjual ayam potong di pasar. Tingginya harga ayam di pasar diketahui dari akumulasi dari distribusi loper ke pemotong ayam.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian