Seperti yang dirasakan Puspa, 40, pelaku usaha sewa kostum di Kota Kediri ini benar-benar merdeka. Dia memperkirakan, omzet sewa kostumnya selama satu bulan ini bisa tembus Rp 10 juta.
“Kostum perjuangan sudah full booking sampai akhir bulan Agustus” terang Puspa kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Selama Agustus ini, ada 50 picis kostum bernuansa kemerdekaan laris dipesan pelanggan. Perempuan yang dulu pernah menjadi penyiar radio menjelaskan, pelanggannya didominasi komunitas dan instansi pemerintahan.
“Biasanya dipakai saat ada karnaval” ujarnya. Tak hanya itu, jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kediri juga tak absen menyewa kostum unik nan kreatif di galerinya.
Galeri kostum yang telah berdiri sejak 2014 tersebut tidak hanya kebanjiran permintaan di Kediri saja. Namun, dari luar kota seperti Nganjuk, Tulungagung, hingga Malang juga menyewa kostum
Hingga saat ini, Puspa punya koleksi hingga 800 kostum dengan banyak variasi. Mulai dari kostum animasi, karakter film, busana adat tradisional daerah, kostum perjuangan, dan masih banyak lagi.
Bagi Puspa, perayaan hari kemerdekaan ini selalu menjadi berkah. “Agustusan ini rezeki buat kami, karena sebelumnya kami mengandalkan perpisahan di sekolah-sekolah, dan tahun ini perpisahan ditiadakan” keluhnya. Bisnis ini hanya bergantung pada momentum hari-hari besar dan pagelaran desa saja.
Momen kemerdekaan ini menjadi bukti bahwa kegiatan peringatan HUT ke-80 RI ini sangat bermanfaat. Setidaknya bisa menggerakkan perekonomian masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian