Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tampung Emas Rusak, Pengeluaran Sehari Bisa Tembus Rp 6 Juta 

Zeyra Putri Widhianingtyas • Selasa, 5 Agustus 2025 | 03:59 WIB
TUNGGU PELANGGAN: Pembeli emas membuka lapak di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota. Sebagian mulai merambah dengan cara mencari online. 
TUNGGU PELANGGAN: Pembeli emas membuka lapak di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota. Sebagian mulai merambah dengan cara mencari online. 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Aktivitas jual beli emas di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Jagalan, Kota Kediri masih bertahan. Di balik gerobak kecil di pinggir jalan, transaksi pembelian emas tidak bisa dipandang sebelah mata.   

Mereka menampung emas-emas yang rusak. Seperti anting-anting yang pasangannya hilang atau emas yang tak laku di toko. Dalam sehari, penampung emas itu bisa mendapat sedikitnya 30 gram emas.  

Rata-rata, emas yang dijual dibanderol dengan harga Rp 200 ribu per gram. Jika dikalkulasikan, pembelian emas ini sehari bisa tembus Rp 6 juta. Seperti yang diungkapkan Ahmad. Lelaki 50 tahun itu mengatakan produk emas yang ditawarkan kepadanya sebagian besar merupakan emas tua. 

Biasanya yang tidak mempunyai surat keterangan resmi dari toko emas. “Suratnya hilang, terus kalau emas tua biasanya toko gak mau beli, nilai rupiah juga turun,” jelas Ahmad.

Pelanggan yang paling banyak menjual emas adalah ibu rumah tangga. Agar mendapat emas lebih banyak, mereka harus buka lapak dari pagi sampai sore hari. Biasanya mulai pukul 07.00 hingga 17.00.

Untuk mendapat barang lebih banyak lagi, Ahmad tidak hanya membuka lapak di tepi jalan. Lapaknya juga dibuka di media sosial. “Saya juga pasang promosi di online. Ini sangat efektif. Potensi bisnis online memang sangat menjanjikan, apalagi di bisnis emas seperti ini,” terangnya saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Kediri pada Senin (4/8).

Ahmad melakukan cara itu sebagai solusi untuk mengatasi ketidakstabilan pelanggan di standnya. Dia juga memiliki staff digital marketing untuk mengembangkan promosi dengan membuat konten-konten digital yang menarik. Semuanya untuk menggaet minat pelanggan di sosial media. 

“Saya juga melayani COD, kalau online ini jangkauannya lebih luas jadi pelanggan tidak harus kesini buat mencairkan emas mereka” tutur Ahmad. Setiap emas yang dibeli dari pelanggan akan diperlakukan berbeda. Ada yang dilebur dan dijadikan perhiasan lagi.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#online #cod #kelurahan jagalan #emas #kota kediri