Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tera Ulang Sasar 10 Pasar Tradisional Kota Kediri

Ayu Ismawati • Selasa, 5 Agustus 2025 | 03:27 WIB

LINDUNGI KONSUMEN: Petugas memeriksa timbangan di pasar tradisinal.
LINDUNGI KONSUMEN: Petugas memeriksa timbangan di pasar tradisinal.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Sidang tera atau tera ulang alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) di pasar tradisional masih terus berlanjut. Sedikitnya ada 10 pasar tradisional yang menjadi sasaran tera ulang. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memastikan transaksi di pasar berjalan aman. Dan memastikan akurasi alat ukur timbangan milik pedagang.

Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Juli lalu itu ditargetkan berlangsung hingga 4 September mendatang. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri menyasar 13 lokasi. 10 diantaranya merupakan pasar tradisional. Mulai dari Pasar Grosir, Pasar Setonobetek, Pasar Pahing, Pasar Bence, Pasar Bawang. Lalu Pasar Banjaran, Pasar Selowarih, Pasar Mrican, Pasar Campurejo, dan Pasar Bandar.

“Kegiatan ini rutin tiap tahun kami lakukan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa alat UTTP yang digunakan para pedagang di Kota Kediri ini terpercaya dan sesuai standar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani.

Adapun potensi ketidakakuratan itu biasanya ditemui salah satunya karena efek pemakaian berkala. Selain untuk menjaga kepercayaan konsumen, tera ulang itu juga dilakukan sebagai bentuk pengawasan pemkot terhadap aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Kepala Bidang Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri M. Kharish Fauzi menambahkan, biasanya timbangan menjadi tidak akurat karena terlalu sering dipakai. Selain itu, faktor usia timbangan juga bisa berpengaruh terhadap akurasinya. Melalui tera ulang yang dilakukan teknisi dari pihak ketiga, ketidakakuratan karena efek pemakaian itu dapat diperbaiki.

“Dan setelah ditera, semua dikasih cap tanda tera berupa stiker,” ujar pria yang akrab disapa Kharish itu.

Selain menyasar alat ukur timbang di pasar tradisional, nantinya tera ulang juga akan diterapkan pada alat ukur emas. Tera ulang terhadap timbangan emas itu dijadwalkan pada 4 September mendatang dengan menyasar toko-toko emas.

“Biasanya di hari terakhir untuk pedagang emas. Jadi nanti kami kumpulkan di satu lokasi di hari terakhir,” tandas Kharish.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

 

 

Editor : rekian
#pedagang #tera ulang #pasar bawang #pasar setonobetek #pasar tradisional #pasar pahing #kota kediri