Di Kota Kediri, harganya sudah di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.900. Meroketnya harga beras premium itu terjadi sejak awal Juni hingga sekarang. Di pasar tradisional Kota Kediri harganya kini menjadi Rp 15.200.
Dia terpaksa menaikkan harga karena dari distributor harganya sudah tinggi. Meski harganya naik, permintaan beras di kios miliknya masih sama. Dia bisa menjual sebanyak 35 kemasan (satu kemasan isi 5 kilogram) setiap minggunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) M. Ridwan merspons adanya kenaikan harga beras. Terutama beras premium di atas HET. “Sebenarnya tidak ada masalah. Karena berasnya dari tingkat produksi hingga distributor relatif aman. Kenaikan harga ini dimungkinkan karena belum panen raya,” terang Ridwan kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Panen raya akan berlangsung pada Juli sampai Agustus. Harapannya harga akan kembali stabil. Ridwan berharap kenaikan ini tidak akan bertahan lama. Dan masih dalam tahap wajar. Pihaknya pun siap melakukan intervensi atas kenaikan harga beras ini juga sudah dalam tahap awas.
“Kalau saat ini masih dalam tahap waspada. Nantinya ketika harga lima persen di atas HET akan kami telaah apa penyebabnya. Tidak serta merta langsung di intervensi,” imbuhnya.
Terakhir, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Sebab pihaknya bersama satgas pangan terus melakukan pemantauan. “Kami juga mengimbau agar pedagang tidak melakukan perbuatan yang membuat masyarakat rugi. Seperti contohnya melakukan penimbunan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian