Ditemui di Balai Kelurahan Tamanan, Vinanda mengatakan, kedatangannya untuk memastikan penyaluran beras dari Badan Pangan Nasional itu berjalan lancar dan tepat sasaran. Dengan jumlah penerima sebanyak 26.800 warga yang masuk Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), orang nomor satu di Pemkot Kediri ini juga ingin memastikan ketertibannya.
“Kami juga titip pesan kepada masyarakat penerima manfaat agar bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pinta Vinanda yang kemarin sempat berbincang dengan perwakilan penerima bantuan sosial beras.
Untuk diketahui, tiap warga menerima beras premium seberat 20 kilogram untuk alokasi Juni dan Juli. Pembagian beras ditarget selesai lima hari atau sampai Kamis (25/7) lusa.
Kepala Perum Bulog Cabang Kediri Harisun mengatakan, penyaluran bantuan pangan kemarin relatif tertib dan lancar. Dibanding 2024 lalu, menurut Harisun jumlah penerima ada penurunan.
Jika sebelumnya ada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM), tahun ini tinggal 18,2 juta saja. Mereka yang tergolong penerima akan diundang untuk mengambil paket beras di kantor kelurahan.
Khusus untuk Kelurahan Tamanan, total ada 495 KPM menerima. Bulog menggelontor beras total 9.900 kilogram.
“Untuk yang belum bisa datang, dikasih waktu sampai lima hari. Ada regulasi sampai lima hari,” paparnya tentang deadline penyaluran sampai Jumat itu.
Sementara itu, jika di Kota Kediri ada puluhan ribu KPM penerima bansos beras, di Kabupaten Kediri ada 122.232 orang yang akan mendapat beras gratis. Plt Kepala Dinas Ketahana Pangan dan Peternakan Tutik Purwaningsih mengatakan, proses dropping sudah dimulai di tiga kecamatan.
“Mulai hari ini (kemarin, Red) di-dropping,” ungkap Tutik sembari menyebut bulog mengirim beras ke desa-desa di Kecamatan Ngasem, Tarokan, dan Ngasem.
Terkait ratusan penerima bantuan beras gratis, Tutik menyebut data langsung dari sistem dan aplikasi bulog. Di sana sudah tertera nama-nama penerima yang didapat dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Kabid Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Arbai menambahkan, ratusan ribu penerima bantuan beras itu merupakan mereka yang masuk dalam desil 1-4 DTSEN.
“Kabupaten atau kota tidak berkewajiban melakukan verifikasi atas data itu. Karena datanya sudah terpusat,” lanjut Arbai sembari menyebut jika nama penerima sudah meninggal akan diganti dengan orang lain yang juga masuk DTSEN.
Jika kemarin bulog mulai menyalurkan beras ke desa-desa di tiga kecamatan, menurut Arbai hari ini (23/7) beras tersebut akan mulai didistribusikan kepada warga penerima.
“Per bulan mendapat 10 kilogram, yang dibagikan jatah dua bulan jadi langsung dapat 20 kilogram,” jelas Arbai. (*)
Editor : Mahfud