Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Koperasi Merah Putih, Sesuaikan Potensi Desa dan Target Beroperasi di Bulan Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 22 Juli 2025 | 14:32 WIB
Pemerintah akan membuka skema KUR untuk peminjaman di koperasi merah putih.
Pemerintah akan membuka skema KUR untuk peminjaman di koperasi merah putih.

JP Radar Kediri-Bersamaan dengan launching Koperasi Merah Putih (KMP) oleh Presiden Prabowo Subianto kemarin, ratusan lembaga di Kota dan Kabupaten Kediri sudah terbentuk. Mereka ditargetkan bisa beroperasi semua pada September nanti.

Sesuai jumlah desa dan kelurahan, di Kabupaten Kediri total ada 343 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan satu Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Sedangkan di Kota Kediri total ada 46 KKMP. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri M. Solikin mengatakan, ratusan KMP di Kabupaten Kediri juga sudah berbadan hukum. Untuk bisa membentuk 344 koperasi itu, sebelumnya Pemkab Kediri menggelontor anggaran Rp 261 juta. Yakni, untuk proses pembentukan dan pengurusan badan hukumnya. 

“(Anggaran Rp 261 juta) untuk mendukung pembentukan KMP di 292 desa. Sisanya ada 52 desa yang dibantu pemprov,” ungkap Solikin ditemui usai launching KMP secara daring kemarin.

Lebih jauh Solikin menyebut, dari total 344 KMP di Kabupaten Kediri, sebanyak 96 unit koperasi di antaranya juga sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Bahkan, ada pula yang sudah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).

“Kami dorong terus untuk berproses. Memastikan mereka bergerak di bidang apa. Mulai bikin gerai untuk kelontong. Potensi desa apa, kami dorong ke sana,” terang Solikin tentang operasional KMP.

Hingga minggu ketiga Juli ini, menurutnya sudah ada 12 koperasi yang beroperasi. Adapun ratusan lainnya ditargetkan bisa beroperasi September nanti. Sesuai deadline dari Presiden.

Sementara itu, sebanyak 46 KKMP di Kota Kediri juga beroperasi secara bertahap. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, peluncuran KMP kemarin merupakan upaya memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian. Karena itu, keberadaannya harus mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Jangan sampai koperasi ini dibentuk asal-asalan agar koperasi ini bisa berjalan seterusnya. Karena kembali lagi, tujuan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, total ada 80.081 KMP se-Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto kemarin. Peluncuran digelar di KDMP Bentangan, Purwoasri, Klaten, Jawa Tengah. 

Diikuti oleh delapan ribu desa se-Jawa Tengah. Adapun ribuan peserta lainnya mengikuti via telekonferensi. 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri Bambang Priambodo menambahkan, seluruh KKMP di Kota Kediri sudah berbadan hukum. Terkait permodalan koperasi, Bambang mengaku menunggu dasar hukum dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Yakni, apakah modal awal itu berbentuk pinjaman atau hibah.

“Kami menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan, Red) lebih lanjut. Apakah nanti melalui himbara (himpunan bank milik negara, Red), atau apa. Kami nunggu dulu,” tandasnya. 

Terlepas dari permodalan, Bambang memastikan operasional koperasi sesuai potensi masing-masing kelurahan. Bisa di sektor pangan sebagai penyalur sembako, agen elpiji, hingga penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), dan lainnya.

Lurah Gayam, Mojoroto Andri Iriawan mengatakan, di kelurahannya didominasi sektor pertanian. Karenanya, KKMP akan menangani distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian. 

“Kami sudah ada rukonya,” ungkap Andri sembari menyebut anggota potensial koperasi adalah para kelompok tani. (*)

Editor : Mahfud
#desa #Koperasi Merah Putih #kelurahan