Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Verifikasi Berlapis, Warga Kota Kediri Antre Mendapat Paket Beras Gratis dari Bulog

Ayu Ismawati • Selasa, 22 Juli 2025 | 15:30 WIB

 

Petugas dari Perum Bulog Kediri memotret penerima beras lengkap dengan KTP mereka di Kelurahan Ngampel, Mojoroto kemarin (21/7)
Petugas dari Perum Bulog Kediri memotret penerima beras lengkap dengan KTP mereka di Kelurahan Ngampel, Mojoroto kemarin (21/7)

JP Radar Kediri-Jika Satgas Pangan mengoptimalkan pengawasan beras terindikasi oplosan di Kediri Raya, Perum Bulog Cabang Kediri melakukan hal lain. Mereka mulai menggelontor beras premium gratis untuk warga miskin Kota Kediri.

Sedikitnya ada 536 ton beras yang disalurkan secara bertahap. Para penerima pun harus antre karena verifikasi berlapis yang dilakukan petugas.

Kepala Perum Bulog Cabang Kediri Harisun mengatakan, ada tiga titik di Kota Kediri yang menjadi sasaran distribusi bansos beras kemarin. Yakni, di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota; Kelurahan Jamsaren, Pesantren; dan Kelurahan Ngampel, Mojoroto. 

Masing-masing penerima manfaat mendapatkan dua kantong beras. Masing-masing berisi 10 kilogram. 

“Jadi masing-masing dapat 20 kilogram karena untuk alokasi Juni dan Juli,” kata Harisun.

Di Kota Kediri, total penerima manfaat mencapai 26.830 orang. Dengan alokasi Juni-Juli yang disalurkan dalam satu waktu, Bulog Cabang Kediri sedikitnya menggelontorkan total 536 ton beras.

Tak hanya di Kota Kediri, pihaknya juga menyalurkan di wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Total untuk tiga kabupaten tersebut mencapai 5.294 ton.

“Hari ini (21/7) yang kami salurkan kebetulan beras premium. Jadi bisa dilihat ini jenis premium dengan (tingkat) broken 5 persen. Cukup bagus,” terangnya. 

Selain menyalurkan beras bantuan pangan, saat ini pihaknya juga tengah mendistribusikan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Alokasi itu diambilkan dari stok Bulog Cabang Kediri. 

“Tentunya SPHP ini juga tujuannya untuk stabilitasi harga pangan khususnya di pasaran. Mudah-mudahan dengan terbitnya bantuan pangan dan SPHP, harga di pasaran bisa turun. Saya yakin pasti akan turun dalam waktu dekat,” imbuhnya terkait beras dengan harga murah itu. 

Dikatakan Harisun, saat ini harga beras di pasaran untuk jenis medium berkisar Rp 13 ribu. Dengan adanya bantuan pangan dan stok SPHP yang digulirkan di masyarakat, Harisun optimistis harga beras medium bisa turun.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di Kelurahan Ngampel, Mojoroto, antrean masyarakat yang akan mengambil bansos beras masih terjadi hingga pukul 11.00 kemarin. Pengambilan bansos juga sempat tersendat karena proses verifikasi yang harus dilakukan petugas. 

Seperti yang diungkapkan Eko, 60, salah satu penerima manfaat di Kelurahan Ngampel. Dia harus mengantre hingga dua jam untuk mendapatkan bansos beras itu. 

“Ngantre dari jam 10, kurang lebih dua jam baru dapat berasnya,” ungkapnya sembari menyebut petugas harus mengecek KTP dan memotret penerima beras bersama KTP mereka. (*)

Editor : Mahfud
#beras premium #bulog