Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Hanya Omzet Tinggi, Ini Bukti Kediri City Expo dalam Muskomwil IV Apeksi Jadi Sarana UMKM Lokal Naik Kelas

Ayu Ismawati • Minggu, 20 Juli 2025 | 15:30 WIB

 

Pengunjung memenuhi lokasi Kediri City Expo di malam penutupan, Jumat (18/7).
Pengunjung memenuhi lokasi Kediri City Expo di malam penutupan, Jumat (18/7).

JP Radar Kediri- Rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Ke-13 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) memang sudah berakhir. Namun, kegiatan yang bertuan rumah di Kota Kediri itu meninggalkan kesan bagi para peserta.

Termasuk dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berpartisipasi di Kediri City Expo.

Berlangsung di halaman Balai Kota Kediri dan Jalan Basuki Rahmat, salah satu rangkaian kegiatan muskomwil itu disambut hangat warga kota. Tiap hari pengunjungnya sangat padat.

Hingga Jumat (18/7) tercatat hampir menyentuh 6 ribu orang yang mengunjungi stan-stan yang ada. Tepatnya adalah 5.941 pengunjung yang tercatat panitia.

Ramainya pengunjung tentu berdampak positif bagi pelaku UMKM pengisi stan. Salah satunya dari aspek perputaran uang atau omzet yang signifikan.

“Menurut saya bagus sekali omzetnya. Selama tiga hari total sekitar Rp 6 jutaan,” ungkap Novianti Handayani, salah satu pengisi stan di Kediri City Expo. 

Di stan yang dia tempati, sedikitnya ada 15 pelaku UMKM yang terlibat. Mereka menjual berbagai produk makanan dan minuman.

Mulai yang basah hingga kering. Termasuk yang tradisional seperti polo pendem. 

apeksiBaca Juga: Semangat Pelestarian Lingkungan Jadi Penutup Muskomwil IV Apeksi

“Dan mereka rata-rata belum pernah ikut pameran seperti ini. Meskipun banyak yang sudah masuk pasar modern produknya. Jadi ini pengalaman pameran pertama bagi sebagian besar mitra UMKM di Stan Lembu Suro,” beber perempuan yang juga ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) Kota Kediri itu. 

Menurutnya, para partisipan merasa senang bisa terlibat. Melalui pameran seperti ini, bisa menjadi wadah pelaku UMKM untuk saling berjejaring.

Pun sebagai sarana memperluas pasar. Agar semakin banyak dikenal masyarakat. Dengan demikian, produk yang rata-rata diproduksi secara rumahan itu bisa naik kelas. 

“Mereka senang karena di sini orang-orang yang datang. Awalnya ada yang mikir kalau pameran hanya untuk produk-produk yang sudah bagus saja. Tapi ternyata semua produk bisa terangkat,” terangnya. 

Untuk diketahui, Kediri City Expo diikuti oleh 20 stan dari UMKM lokal serta 13 dari delegasi kota anggota Komwil IV Apeksi. Selama tiga hari pameran, omzet yang didapatkan beragam. Mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan dalam sehari. 

Pengunjung tak hanya berburu produk-produk UMKM dan potensi unggulan kota-kota delegasi Komwil IV Apeksi saja. Melainkan juga larut dalam berbagai hiburan dan keseruan yang dihadirkan.

Mulai dari bounty hunter, pojok baca, pojok permainan tradisional, lomba fotografi, lomba video pendek, dan lainnya.

Pameran UMKM yang juga menjadi agenda rutin itu merupakan komitmen Pemkot Kediri dalam mewadahi potensi UMKM lokal. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meyakini, kekuatan ekonomi lokal tidak sekadar lahir dari kompetisi. Melainkan juga dari jejaring kolaboratif yang dibangun dengan semangat saling menguatkan.

“Ini juga sejalan dengan visi dan misi Kota Kediri MAPAN. Khususnya dalam salah satu Sapta Cita kami yaitu Kediri City Tourism,” tandasnya. (*)

Editor : Mahfud
#apeksi #umkm