KEDIRI, JP Radar Kediri – Berkembangnya digitalisasi dalam industri jasa dan layanan keuangan, serta sistem pembayaran telah menginisiasi berbagai macam jenis inovasi produk baru.
Tanpa disadari risiko yang dihadapi konsumen semakin meningkat karena literasi keuangan yang terbatas, bahkan terdapat pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan kelemahan konsumen untuk kepentingan sendiri.
Potensi risiko ini akan semakin meningkat dengan adanya gap antara inklusi dan literasi keuangan, sehingga masyarakat cenderung menggunakan segala jenis produk keuangan tanpa memiliki pengetahuan produk secara menyeluruh.
Hal inilah yang akan mengakibatkan berbagai potensi risiko bagi masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan Karya Kreatif Mataraman, Bank Indonesia Kediri melakukan edukasi kepada masyarakat melalui talkshow. Dengan mengusung tema Klik Aman: Konsumen Cerdas Finansial di Era Digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat mengatakan pada acara talkshow ini bahwa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta mahasiswa, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan kebijakan perlindungan konsumen serta isu-isu yang harus diwaspadai oleh masyarakat selaku pengguna jasa dan layanan keuangan.
Masyarakat diharapkan mampu mengetahui jenis-jenis investasi keuangan dan risikonya di era digital, serta pengelolaan keuangan yang baik, dan tahu cara melakukan pengaduan kepada otoritas.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Ahmadi Rahman mengungkapkan bahwa masyarakat yang menggunakan alat pembayaran non tunai mencapai 312 juta pengguna, Kartu kredit ada 922 juta pengguna dan Akun elektronik sebanyak 711 juta akun mobile banking.
Dampak digitalisasi adalah semakin banyak transaksi pada lembaga jasa keuangan, semakin tinggi pula tingkat risiko jika tidak diimbangi tingkat literasi keuangan pada konsumen.
Perkembangan digitalisasi tidak bisa dibatasi. Namun perlu dimitigasi dengan penyeimbangan antara inovasi jenis-jenis produk keuangan dengan regulasi untuk meminimalkan potensi risiko pada konsumen.
Manajer Madya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Fida Syarifa Syfa menjelaskan masyarakat sebagai konsumen semakin mudah mengakses layanan aplikasi keuangan di smartphone.
Seperti e-wallet, QRIS, dan lain sebagainya. Namun ia berpesan untuk berhati-hati jangan sembarangan klik pada aplikasi atau lainnya yang tidak diketahui pengawasannya. Karena berdampak pada risiko data diri konsumen yang disalahgunakan orang-orang tidak bertanggangungjawab.
Jadi masyarakat harus mengetahui dan mengerti pengawasan dan peraturannya, sehingga mengetahui cara melakukan pengaduan apakah di OJK atau lembaga pengawasan lainnya.
Perlu diketahui, kegiatan talkshow Klik Aman: Konsumen Cerdas Finansial di Era Digital, Sabtu (21/6) dalam rangkaian kegiatan Karya Kreatif Mataraman.
Diadakan di halaman Balai Kota Kediri. Dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank ndonesia Kediri, Yayat Cadarajat. Sasarannya adalah masyarakat dan mahasiswa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah