Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar deflasi. Andil yang diberikan adalah sebesar 0,34 persen dengan deflasi sebesar 1,19 persen.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar adalah cabai rawit. Lalu bawang merah, cabai merah, kelapa, serta wortel dan bawang putih.
“Cabai rawit dan cabai merah mengalami penurunan harga hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar pria yang akrab disapa Emil itu.
Dia menerangkan bahwa penurunan harga tersebut dipicu karena curah hujan tinggi. Pasalnya, cabai yang dipanen mengalami pembusukan lebih cepat. Sementara, panenan juga berlimpah.
“Curah hujan yang masih tinggi juga terjadi saat musim panen, menyebabkan petani harus menjual dengan harga lebih murah,” terang Emil.
Menariknya, kelompok pengeluaran untuk transportasi juga turut menyumbang deflasi. Komoditas yang mengalami deflasi yaitu angkutan udara. Andilnya yakni sebesar 0,01 persen dengan deflasi sebesar 3,94 persen. Salah satu pemicunya adalah dihentikannya layanan penerbangan Jakarta – Kediri dan sebaliknya.
“Tarif angkutan udara ini kami menerima kabar dari salah satu maskapai yang memiliki rute dari Jakarta-Kediri atau sebaliknya, terhitung mulai tanggal 14 Mei sampai 30 Juni untuk sementara tidak melayani penerbangan,” jelasnya dalam press conference yang dilakukan pada Senin (2/6).
Emil menjelaskan, beberapa komoditas yang menjadi penghambat deflasi yaitu kacang panjang dengan andil 0,04 persen. Lalu, mobil, daging ayam ras, telur ayam ras, dan tomat memberikan andil 0,03 persen. Sementara, alpukat dan tarif pulsa ponsel masing-masing memberikan andil 0,02 persen.
Lebih lanjut, bapak tiga anak tersebut menyebut ada beberapa hal yang perlu diwaspadai pada bulan ini. Pertama adalah terkait dengan adanya momen hari raya Idul Adha. Biasanya, komoditas-komoditas tertentu mengalami kenaikan.
“Kemudian ada komoditas yang bergejolak menjelang tahun ajaran baru. Seperti tarif pendidikan, perlengkapan dan seragam sekolah,” ujar Emil.
Untuk diketahui, secara year to year (yoy), Kota Kediri masih mengalami inflasi. Yaitu sebesar 1,08 persen. Sementara, secara year to date (ytd), inflasinya adalah sebesar 0,85 persen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian