JP Radar Kediri – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 20 poin atau 0,21 persen.
Dilansir dari ANTARA, saat ini Kurs rupiah jatuh menjadi Rp16.911 per dolar AS dari yang sebelumnya Rp16.891 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi di Jakarta.
Sementara kemarin Selasa (8/4), nilai tukar rupiah juga melemah sebesar 24 poin atau 0,14 persen terhadap dolar AS.
Kemudian pada penutupan perdagangan Selasa sore (8/3/2025) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 69,5 poin atau 0,41 persen menjadi Rp16.891 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.822 per dolar AS.
Baca Juga: Harga emas Antam Hari Ini Merangkak Naik, Jadi Rp1,777 juta per gram, Ini Rinciannya!
Melemahnya nilai tukar rupiah dapat memicu dampak yang cukup meluas, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi.
Dampak Nilai Tukar Rupiah Melemah
Melemahnya nilai tukar rupiah dapat memicu dampak berikut ini:
1. Kenaikan harga barang impor
Kenaikan harga ini termasuk barang-barang kebutuhan pokok dan energi.
2. Beban utang luar negeri pemerintah dan korporasi menjadi lebih berat
Nilai tukar rupiah melemah terhadap mata uang asing justru membuat utang pemerintah Indonesia terhadap luar negeri mengalami pembengkakan.
Terlebih lagi situasi tersebut membuat nilai ekspor barang menjadi lebih murah, sedangkan nilai impor lebih mahal.
3. Pengusaha Alami Krisis
Dampak ini memicu krisis bagi para pengusaha, terutama mereka yang bergerak di sektor ekspor dan impor.
Pasalnya, pengusaha yang bertransaksi impor bakal mengalami kerugian.
4. Menghambat Konsumsi Domestik
Nilai tukar rupiah yang melemah ternyata mampu menciptakan efek domino yang berkaitan dengan sektor ekonomi.
Termasuk kecenderungan konsumsi secara domestik. Dijelaskan bahwa, situasi melemahnya rupiah membuat daya beli masyarakat cenderung lesu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah