Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Progres Data Penerima Bansos di Kota Kediri

Ayu Ismawati • Rabu, 26 Maret 2025 | 17:08 WIB
Wali Kota Vinanda saat meninjau proyek pengaspalan di Jalan MT Haryono kemarin.
Wali Kota Vinanda saat meninjau proyek pengaspalan di Jalan MT Haryono kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Proses transisi basis data penyaluran bantuan sosial (bansos) masih butuh waktu. Hingga pertengahan bulan ini prosesnya masih mencapai 22 persen. Kemungkinan baru selesai Mei mendatang.

Proses transisi tersebut adalah memindah dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seiring dengan Instruksi Presiden 4/2025 tentang DTSEN yang keluar Februari lalu. Sistem terbaru ini yang akan digunakan dasar penyaluran bansos. Karena DTKS dianggap masih memiliki ketidakakuratan data.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya, berbeda dengan DTKS yang merupakan data kemiskinan, DTSEN adalah data global. Yang selalu dimutakhirkan setiap tiga bulan.

Sedangkan saat ini masuk tahap proses ground checking untuk data-data anomali dari DTKS.

“Ada 10.845 di Kota Kediri yang datanya masih anomali. Antara exclusion error (orang yang seharusnya terdata sebagai penerima bantuan,tapi tidak terdaftar, Red) dan inclusion error-nya (seharusnya tidak terdaftar tapi terdata sebagai penerima bantuan, Red) masih perlu ada pengecekan di lapangan,” ujarnya.

Paulus menambahkan, pengecekan dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Hingga pertengahan Maret ini, progress pengecekan itu baru mencapai 22 persen. Kelambatan terjadi karena pengaruh situasi Ramadan saat ini.

“Lambatnya karena situasi bulan puasa mungkin capek. Atau yang KPM-nya (keluarga penerima manfaat, Red) ditemui juga mungkin susah, beberapa, karena bulan puasa,” sambung Paulus.

Sebab, tak jarang keluarga penerima manfaat sulit ditemui saat siang hari. Sedangkan sore atau malam, masyarakat kerap menghabiskan waktu beribadah.

Alhasil, sulit bagi pendamping PKH untuk mencari waktu yang efektif dalam menjangkau masyarakat.

“Tapi kalau saya potret secara nasional, Kediri tidak terlalu jauh tertinggal. Karena rata-rata di kisaran 20 – 25 persen (progress ground checking nasional)” ungkap Paulus.

Karena itu juga, target ground check itu diperpanjang hingga Mei mendatang. Dengan perpanjangan tenggat waktu itu, pihaknya pun terus kebut prosesnya agar bisa terselesaikan tepat waktu.

“Kalau ground check selesai, datanya kita serahkan dan nanti diolah oleh BPS, nanti akan segera muncul by name by address penduduk Kota Kediri di dalam DTSEN itu,” tandasnya. (ais/fud)

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Vinanda #jawapos #kesejahteraan #bansos