KEDIRI, JP Radar Kediri- Hasil pertanian Kabupaten Kediri menarik perhatian pasar internasional. Saat ini, nanas jenis Queen Simplex telah diekspor ke Uni Emirat Arab (UEA). Kini, negara timur tengah seperti Mesir dan Israel juga mulai melirik nanas asli Kediri tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Plt Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi. Sebelumnya, UEA telah membeli 20 ton nanas jenis Queen Simplex dari Kediri.
Baca Juga: Permintaan Tetap, Harga Ayam di Pasar Tradisoonal Kota Kediri Mengendap
Kerjasama ini kedepannya diharapkan terus berjalan. Perusahaan dari UEA ditargetkan akan terus memesan dua kontainer atau setara 40 ton.
"Alhamdulillah, sudah berani melangkah untuk mengekspor produk-produk perkebunan, terutama hortikultura. Kemarin, saat pengiriman nanas ke Uni Emirat Arab, Alhamdulillah kondisinya baik dan tidak ada komplain. Artinya kualitas barangnya sudah baik dan memenuhi standar," jelas Sukadi.
Sukadi mengatakan, selain dari UEA. Pada April mendatang, calon pembeli juga berasal dari negara Timur Tengah lainnya. Rencananya Israel dan Mesir juga akan datang untuk mengambil nanas dari Kediri.
Berapa permintaannya? Sukadi masih belum bisa menjawab. Yang terpenting kerjasama di awal adalah terjalinnya komunikasi. Hal tersebut bisa menjadi awal untuk kelanjutan kerjasama.
Baca Juga: PG Ngadiredjo Sambut Musim Giling 2025, Gelar Selamatan Gilingan Contoh on Farm
"Komunikasi sudah terjalin. Dengan demikian kerjasama berikutnya bisa terjalin," jelasnya. Ini adalah langkah baru. Petani nanas tidak perlu lagi menunggu permintaan datang. Mereka sudah berani mengirim barang secara proaktif. Sedikit demi sedikit.
Sukadi mengatakan, dalam pengiriman ekspor ke UEA sebelumnya, ada beberapa evaluasi. Yakni pengirimannya akan melibatkan Dinas Koperasi, serta Dinas Perdagangan.
Baca Juga: Gelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, BRI Tawarkan Promo Menarik dan Sembako Murah bagi Masyarakat
Ke depan, tugas akan dibagi, Dinas Pertanian dan Perkebunan menyiapkan tanaman dengan ukuran dan kualitas yang dibutuhkan, sementara Dinas Perdagangan menangani pengiriman ekspor dan legalitasnya.
Adapun dari hasil evaluasi itu, ada beberapa catatan, salah satunya terkait kebersihan buah. Saat nanas sudah dibersihkan, ternyata masih ditemukan 1-2 semut.
"Ini menjadi perhatian, dan ke depan, Dinas Perdagangan akan memastikan SOP kebersihan benar-benar diterapkan agar tidak ada kendala. Dengan evaluasi ini, kami ingin memastikan petugas kebersihan bekerja sesuai SOP agar tidak ada masalah sekecil apapun, seperti keberadaan semut yang bisa memengaruhi kelayakan ekspor," tegasnya.
Baca Juga: Penampakan Penjual Musiman di Sekitar Bandara Dhoho Kediri Berburu Cuan saat Ramadhan
Ke depan, dia mengaku, bahwa Pemkab Kediri akan mendorong produk perkebunan di Bumi Panjalu agar lebih banyak masuk dalam jadwal ekspor.
"Pasar dalam negeri sendiri sering kali meminta nanas berukuran kecil, sedangkan nanas berukuran besar justru berpotensi untuk ekspor, sehingga nilai ekonominya meningkat. Dengan begitu, kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi, dan petani juga bisa memperoleh keuntungan dari ekspor," imbuhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian