Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gelontorkan Rp 4,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran, Ini Pejelasan BI Kediri terkait Turunnya Nominal Hingga Miliaran Rupiah

Emilia Susanti • Kamis, 20 Maret 2025 | 12:59 WIB

 

HORE UANG BARU: Masyarakat menghitung kembali uang yang baru saja ditukar dari BI Kediri.
HORE UANG BARU: Masyarakat menghitung kembali uang yang baru saja ditukar dari BI Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Tradisi Idul Fitri selalu lekat dengan angpao Lebaran. Biasanya, uangnya masih baru dan diberikan kepada anak-anak dan sanak saudara saat silaturahmi. Nominalnya beragam. Mulai pecahan Rp 50 ribu hingga seribu rupiah. 

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia (BI) Kediri berkeliling untuk menyediakan uang tersebut. Dibanding tahun lalu, jumlah uang baru yang diedarkan mengalami penurunan. Jumlahnya mencapai Rp 2 miliar. 

Baca Juga: Harga Cabai Tak Terkendali, Pemkot Kediri Minta Warga Tak Panic Buying

Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Ahmadi Rahman mengatakan, Lebaran tahun ini, pihaknya menyediakan uang layak edar (ULE) sebesar Rp 4,9 triliun. Turun dibandingkan tahun lalu, sebesar Rp 5,1 triliun. 

Dia berdalih penurunan tersebut bukan karena dampak efisiensi anggaran. “Penurunan itu karena adanya perkembangan digitalisasi. Tetapi tidak signifikan langsung mengubah kebiasaan masyarakat dari yang selama ini memegang tunai menggunakan digital jadi tetap ini komplementer, bersama seperti itu,” jelas pria yang akrab disapa Ahmadi itu.

Baca Juga: Mulai Marak Modus Kejahatan Smishing, BRI Himbau Nasabah untuk Waspada dan Jaga Kerahasiaan Data Transaksi Perbankan

Menurutnya, transaksi online seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi alternatif bagi masyarakat. Terutama generasi Z. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor. Di sisi lain, Ahmadi menjelaskan bahwa besaran ULE di tahun ini sesuai proyeksi yang dilakukan BI dan perbankan.

“Kami melakukan proyeksi juga bersama perbankan, terkait kebutuhan sehingga ditetapkan Rp 4,9 triliun,” terangnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini, Rekor Termahal Sepanjang Sejarah

Lebih lanjut, Ahmadi memaparkan bahwa ULE tersebut sudah terserap sekitar 80 persen pada minggu ketiga Ramadan. Baik pecahan paling besar ataupun yang terkecil. Terlepas dari itu, pelaksanaan penukaran akan masih terus berlangsung hingga minggu keempat.

“Minggu keempat itu dilaksanakan penukaran serentak dengan perbankan sebanyak 70 titik meliputi 13 kabupaten/kota di wilayah kerja BI Kediri,” tandasnya.

Baca Juga: Solusi Tetap KPR Meski BI Checking Tidak Bagus

Kemarin, kegiatan penukaran uang digelar GOR Jayabaya, Kota Kediri. Namun demikian, masyarakat harus terlebih dahulu melakukan pemesanan sebelum melakukan penukaran. Pemesanan tersebut dilakukan secara online melalui aplikasi PINTAR.

“Kemarin ada tiga teman yang daftar, tetapi yang dapat saya aja. Langsung kemarin (Selasa, 18 Maret 2025) ambil cuti, ambil libur, langsung ke sini,” ujar Andik, salah satu warga yang melakukan penukaran uang di GOR Jayabaya kemarin.

Baca Juga: Tersapu Angin, Atap Rumah Warga di Kecamatan Mojo Kediri Jebol

Pria asal Blitar itu mengaku menukarkan uang sebesar Rp 4,3 juta rupiah. Terdiri dari pecahan Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, dan Rp 1 ribu. Dia berencana akan membagikan uang baru saat Lebaran nanti.

“Ini kebetulan saudara banyak, kebetulan juga di rumah usahanya MC juga jadi nanti buat acara sekalian,” ceritanya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : rekian
#angpau Lebaran #uang baru #BI Kediri #uang lebaran #bank Indonesia #tradisi Idul Fitri