JP Radar Kediri– Jika mengacu pada jatah periode kepala pemerintahan, mungkin sosok Kepala PT Bank PAN Indonesia (Panin) Kantor Cabang Kediri Bambang Suprihadi ini sudah melewati tiga periode kepemimpinan. Ya, 16 tahun sudah Bambang menjadi orang nomor satu di Bank Panin Kediri. Waktu yang cukup lama dalam memimpin bank.
Bukan tanpa alasan mengapa Bambang terus dipercaya perusahaan bank swasta ternama itu. Pribadinya yang aktif dan selalu terlibat dalam urusan organisasi yang dia naungi menjadi modal berharga untuk bisa mengelola perusahaan dengan baik.
Tercatat Bambang hingga kini selalu aktif dalam tiga organisasi perbankan di wilayah Kediri Raya. Selain itu, Bambang selalu menjadi figur penting dalam memberi warna baru di organisasi nirlaba yang dipimpinnya. “Mungkin karena saya yang dianggap paling lama di sini (Kediri),” tutur Bambang saat ditemui Kamis (13/3) lalu.
Saat ini suami dari Idah Ernawati ini dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kediri. Tak hanya itu, ia juga kini ditunjuk sebagai Wakil Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kediri dan Ketua Bidang 1 Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Daerah (FKIJKD) Kediri.
“Sebagai pimpinan, saya menanamkan untuk terus menjaga ikatan komunikasi. Bukan hanya di internal perusahaan yang saya pimpin, tetapi juga membangun solidaritas antarlembaga perbankan,” terang Bambang.
Baca Juga: Cara Mengubah HGB Menjadi SHM, Sementara Sertifikat Menjadi Jaminan di Bank
Bambang mengungkapkan betapa pentingnya berorganisasi. Berorganisasi baginya tak hanya sebagai sarana berkumpul dan menyelaraskan ide. Lebih dari itu, berorganisasi juga dapat mengasah keterampilan dalam memimpin anggota. Sebuah seni bagaimana bisa menyatukan beragam karakter dari masing-masing anggota. Agar bisa bersama dalam satu visi mewujudkan cita-cita besar.
Berorganisasi sama halnya dengan bekerja di sebuah perusahaan. Sama sama bahu membahu memajukan cita-cita bersama. Menyelaraskan ide dan saling mengontrol ego pribadi demi kemajuan bersama. Tak ada ruginya berorganiasi. Karena di sana akan banyak sekali pengalaman dan wawasan baru untuk bisa ditanamkan di sebuah perusahaan. “Saya terapkan itu di perusahaan ini,” jelasnya. (ik4/dea)
Editor : Puspitorini Dian Hartanti