KEDIRI, JP Radar Kediri– Kepala Cabang Bulog Kediri Imam Mahdi merespon pilihan petani padi di Kabupaten Kediri menjual gabah ke pemborong atau tengkulak. Dia mempersilahkan petani padi menjual gabahnya ke siapa saja.
Yang penting menurutnya harga lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah pusat. Jika harga gabah yang dibeli pemborong itu tinggi harapannya bisa menambah kesejahteraan bagi para petani.
Baca Juga: Petani di Kabupaten Kediri Pilih Jual Gabah ke Pemborong Bukan Bulog, Ini Alasannya
“Tidak apa-apa kalau harganya (gabah petani dijual ke tengkulak atau pemborong, Red) lebih tinggi dari HPP GKP (harga pokok penjualan gabah kering panen, Red) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500 kilogram,” ujar Imam.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan harga gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram. Bahkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut harga tersebut tidak lagi menjadi domainnya menteri, wakil menteri, dan direktur. Tetapi sudah menjadi domainnya presiden.
Baca Juga: Petani Cabai di Kediri Tersenyum, Harga Jual Rawit Kini Tembus Rp 70 per Kilogram
Dia menyebutkan jika Prabowo akan melakukan apapun demi rakyat. “Sejauh ini, saat serapan bulog tinggi maka harganya ikut naik,” ujar Sudaryono lewat akun media sosial instagram miliknya.
Di Kediri, untuk menyerap beras dari petani Perum Bulog sudah memberi kemudahan dengan membentuk tim jemput gabah yang siap sedia datang ke lokasi panen. Bahkan Bulog juga siap melakukan transaksi di tempat.
Baca Juga: Mengunjungi Petani Tanaman Hias di Kediri yang Pohon Pulenya Banyak Menghiasi Ibu Kota Nusantara
Upaya tersebut diberikan bertujuan untuk memudahkan petani menjual hasil panennya. Sehingga harapannya beras yang diserap Bulog bisa memenuhi target.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian