KEDIRI, JP Radar Kediri– Petani padi di Kabupaten Kediri lebih memilih menjual hasil panennya ke pemborong daripada ke Perum Bulog. Hal itu mereka lakukan karena dianggap lebih menguntungkan.
Seperti Budi, 46, petani asal Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem karena penjualan lebih cepat dan ringkas. “Mayoritas petani di sini jualnya ke pemborong. Pemborong datang lebih awal untuk transaksi,” jelas Budi.
Baca Juga: Petani Cabai di Kediri Tersenyum, Harga Jual Rawit Kini Tembus Rp 70 per Kilogram
Kebiasaan menjual kepada pemborong itu lantaran keberadaan mereka lebih banyak dan dekat dengan para petani. Sedangkan penjualan ke bulog sedikit karena informasi yang diterima masyarakat masih sangat minim.
Selain itu, penjualan ke Bulog juga ribet karena peraturan yang berubah-ubah. Hal itu dianggap menyusahkan petani. “Bulog dulu hanya menerima kering giling. Sekarang sudah mau menerima kering panen,” imbuhnya.
Baca Juga: Harga Cabai Melambung, Petani Cabai di Kebonrejo Kepung Ketiban Untung
Sekarang ini, hasil panen lahan 100 ru miliknya sudah dibeli dengan harga Rp 5 juta oleh pemborong. Dia menjelaskan, untuk lahan 100 ru itu, hasil panennya mencapai 6 kwintal. Menurutnya harga sudah cukup dan lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah. “Kalau dibandingkan saya memetik sendiri, ongkosnya bisa lebih mahal di operasionalnya,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu petani di Desa Sambiresik mengungkapkan hal yang sama. Sejauh ini, mereka lebih sering menjual ke pemborong daripada ke Bulog. Bagi mereka alur transaksinya lebih mudah dibandingkan ketika berurusan dengan Bulog.
Baca Juga: Pertanian Topang PDRB Kabupaten Kediri, Ini Angkanya
Diberitakan sebelumnya, Bulog sudah memberikan fasilitas untuk menyerap beras dari petani. Agar serapannya lebih tinggi, Bulog juga membentuk tim jemput gabah yang siap sedia datang ke lokasi panen. Bahkan Bulog juga siap melakukan transaksi di tempat.
Upaya tersebut diberikan bertujuan untuk memudahkan petani menjual hasil panennya. Sehingga harapannya beras yang diserap Bulog bisa memenuhi target.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian