Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Cabai Naik Lagi di Kediri, Tembus Rp 115 Ribu per Kg

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 4 Maret 2025 | 13:16 WIB

 

NAIK LAGI: Penjual cabai di PAsar Pahing membungkus cabai rawit.
NAIK LAGI: Penjual cabai di PAsar Pahing membungkus cabai rawit.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga cabai di Kediri Raya terus meroket. Kemarin, satu kilogramnya mencapai Rp 110 ribu hingga Rp 115 ribu per kilogram. Lonjakan harga yang terjadi sejak dua hari itu disebabkan karena tingginya permintaan sementara stok cabai semakin berkurang.

Mareta, 18, pedagang di Pasar Pahing Kota Kediri mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak awal bulan puasa. Puncaknya terjadi dalam 2 hari terakhir. 

Baca Juga: Megah Property Expo 2025 Segera Hadir di Kediri, Catat Tanggalnya!

“Kenaikannya lumayan tajam. Dari Rp 60 ribu per kilogram. Sekarang jadi Rp 110 ribu,” jelas Mareta.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenaikan ini terjadi pada semua jenis cabai. Mulai dari cabai merah besar dengan harga Rp 90 ribu per kg. Cabai merah keriting Rp 80  ribu per kg dan cabai hijau Rp 70 ribu per kg. 

Baca Juga: Harga Cabai di Kabupaten Kediri Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

“Harga tertinggi pada cabai rawit sebesar Rp 110 ribu,” terang Mareta, wanita asal Kelurahan Pesantren itu.

Kenaikan ini juga dirasakan Dina, 30, pedagang Pasar Setono Betek. Dia mengungkapkan jika harga cabai di kiosnya mulai terkerek naik. Bahkan stok setiap harinya juga ludes terjual.

Baca Juga: Dukung Pembangunan Sektor Infrastruktur Tanah Air, BRI Berikan Fasilitas Kredit Kepada Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

“Biasanya saya kulakan sebanyak 30 kg. Kemarin itu, cuma diberi 20 kg. Dan bisa langsung habis dalam satu hari,” paparnya.

Selain cabai, harga timun pun ikut naik. Meskipun kenaikannya hanya di angka Rp 1 ribu sampai Rp 2 ribu saja. “Permintaan timun ini juga sedang meningkat. Setiap harinya bisa menjual sampai 120 kg,” ungkap Dina, menyebut harga timun dibanderol Rp 8 ribu per kilogram. 

Baca Juga: Bank Emas Pegadaian Diluncurkan, Direktur Utama BRI Sebut Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, bahwa hasil pantauan tim satgas pangan, harga cabai berada di angka Rp 115 ribu.

“Di Pasar Gringging,” jelasnya. Dia mengatakan, hal ini, dikarenakan stok cabai yang menipis. Padahal permintaan meningkat. Dia mengatakan, menipisnya stok itu bukan karena produksi pertanian yang jelek.

“Dari temen-teman asosiasi petani cabai menyampaikan awal puasa metiknya banyak yang libur. Kita liat minggu ini, stoknya sudah normal atau belum,” jelasnya.

Suyono, Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri mengatakan, dari hasil pengamatannya selama hampir 15 tahun, memang saat awal Ramadan harga cabai selalu meroket.

Baca Juga: IHSG Anjlok Hari Ini, Saham Hingga Nilai Tukar Rupiah Turut Melemah

Menurutnya, hal itu bukan dikarenakan produksinya yang turun. Dia memastikan bahwa produksi di Kabupaten Kediri masih tinggi. Yakni sekitar 45-50 ton per harinya.

Stok yang menipis ini karena saat awal puasa banyak buruh petani yang libur. “Ketika libur petik, stok jadi menipis. Sehingga pasar pun untuk kulak juga mahal, alhasil harga yang dijual juga jadi mahal,” jelasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : rekian
#kediri #Kelurahan Pesantren #kediri raya #harga cabai #pasar pahing