Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tren Harga Emas Semakin Berkilau, Diperkirakan akan Terus Naik Hingga Lebaran

Emilia Susanti • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:42 WIB
TREN POSITIF: Harga emas terus merangkak naik. Diprediksi terjadi lonjakan saat Lebaran.
TREN POSITIF: Harga emas terus merangkak naik. Diprediksi terjadi lonjakan saat Lebaran.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Tren emas cenderung naik beberapa hari ini. Meski fluktuatif, harganya sudah mencapai Rp 1,7 juta per gram. Contohnya emas Antam, pada Kamis, 20 Februari 2025 lalu sudah tembus Rp 1,708 juta.  

Harga emas masih punya potensi naik. Salah satu faktornya karena ketidakpastian ekonomi global saat ini. Seperti yang diungkapkan Subagyo, pengamat ekonomi Kediri, harga emas terus naik karena ada ketegangan geopolitik. Efek lanjutannya, bank-bank sentral saat ini terus melakukan pembelian emas.

Baca Juga: Rahasia Dibalik Keberhasilan Abon Cap Koki, Mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) Hingga Tembus Pasar Internasional

“Emas merupakan pilihan investasi yang terbaik, di saat krisis ekonomi, inflasi yang tinggi, suku bunga bank yang rendah, ketidakstabilan ekonomi global, dan konflik geopolitik, ” jelasnya.

Bukan tanpa sebab, emas merupakan penyimpan nilai yang stabil. Subagyo menjelaskan keunggulan dari emas adalah tidak terpengaruh inflasi. Selain itu, penyimpanannya terbilang mudah. Tak kalah penting, emas memiliki likuiditas tinggi.

Baca Juga: Perbandingan Harga BBM Terbaru di Shell dan Pertamina, Terpaut Jauh?

Momen Idul Fitri juga akan memengaruhi harga emas. Khususnya emas perhiasan. Menurut Subagyo, tradisi anjangsana yang menjadi pemicu naiknya permintaan. Kenaikan harga emas tersebut bersifat jangka pendek.

Dia menambahkan jika pemakaian perhiasan emas khusus di kalangan perempuan dapat meningkatkan status sosial. “Jadi emas berfungsi ganda, sebagai investasi sekaligus aksesoris,” lanjutnya.

Baca Juga: Sambut Ramadhan, Penjual Bunga Tabur Musiman di Kota Kediri Berebut Cuan 

Terakhir, Subagyo mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi emas. Baik emas dalam bentuk fisik maupun digital. Pasalnya, masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.

“Dan pembelian harus dari toko atau platform terpercaya,” tandasnya.

Baca Juga: Resmi Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Pertama di Indonesia

Terpisah, Karina Lorenz, 32, warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri mengaku memilih untuk berinvestasi emas lantaran memiliki sifat yang stabil. Dalam jangka panjang, harga emas juga cenderung naik. Di saat inflasi tinggi, dia merasa emas yang dimilikinya bisa menjaga aset.

“Emas kan kebal inflasi. Jadi aset kita nggak merosot. Terus emas juga mudah dicairkan,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Karin itu mengaku sudah mulai berinvestasi emas sejak 2015 lalu. Hanya saja, dia saat itu masih memilih emas perhiasan untuk berinvestasi. Lambat laun, dia mulai beralih ke logam mulia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Meluncurkan Bank Emas, Jadi Tonggak Sejarah Perekonomian Indonesia

“Udah kerja, udah punya penghasilan sendiri, mulai nyoba nabung logam mulia. Dan benar, hari ini kenaikannya pesat banget,” akunya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : rekian
#harga emas #kediri #ekonomi #tren emas #geopolitik #investasi