KEDIRI, JP Radar Kediri– Sambut Ramadhan, ini waktunya penjual bunga tabur berburu cuan. Pedagang musiman itu mencari tempat-tempat strategis untuk berjualan. Selain dekat tempat pemakaman umum juga lokasi yang ramai dikunjungi warga.
Di Kota Kediri, mereka memadati trotoar yang ada di depan Pasar Setonobetek. Mereka membuka lapak sederhana. Ada yang beralaskan tikar, ada juga yang memakai karung bekas.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan, Pasar Murah di Masjid An Nur Pare Kediri Diserbu Warga
Dua hari ini, pembeli bunga tabur semakin ramai. Mereka datang silih berganti. “Saya sudah berjualan dari Senin (26/2). Buka pukul 06.00 sampai malam hari (pukul 00.00, Red),” ujar Suparmi.
Pedagang bunga berusia 58 tahun asal Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar itu sudah berjualan bunga tabur selama 5 tahun. Setiap hari, dia bisa menjual sampai dengan 50 kilogram (kg).
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Ayam Boiler dan Cabai Rawit di Kota Kediri Melonjak Tajam
Bunga yang dijual terdiri dari bunga mawar, daun kenanga, dan bunga melati. Pembeli bisa mendapatkannya secara terpisah maupun satu paket. “Paling murah saya jual Rp 5 ribu,” terangnya.
Dia lebih banyak melayani bunga tabur untuk penjual eceran. Biasanya mereka memesan dengan jumlah banyak dalam ukuran per kilogram. Misalnya mawar, harga 1 kilogramnya dijual dengan harga Rp 75 ribu. Sedangkan daun kenanga lebih mahal sebesar Rp 100 ribu per kilogram. Sedangkan bunga melati lebih mahal lagi seharga Rp 270 ribu per kilogramnya.
Dia mengatakan, paling banyak peminatnya adalah bunga mawar merah dan daun kenanga. “Yang beli di tempat saya lebih banyak untuk kulakan,” papar Suparmi sembari menunjukkan bunga mawar siap jual yang dikemas dalam kresek seberat 1 kg.
Bunga mawar dan daun kenanga yang ia jual itu dibeli dari petani daerah Blitar dan Nganjuk. Sementara itu, pedagang lainnya, Sriyani, asal Desa Gambyok, Kecamatan Grogol mengaku menjual bunga tabur dari tanaman miliknya sendiri.
Baca Juga: Lagi-Lagi Kota Kediri Alami Deflasi, Tarif Listrik Jadi Penyumbang Paling Besar
Sebelum puasa, dia telah menjual 6 kuintal bunga per harinya ke luar daerah. Dengan rincian 4 kuintalnya dipasok ke Jombang dan Surabaya. “Sisa 2 kuintal saya jual sendiri disini,” ungkapnya.
Sriyani menjual bunga tabur dengan harga yang lebih tinggi. Seperti bunga mawar, dijual dengan harga Rp 100 ribu per kg, daun kenanga Rp 170 ribu per kg, dan bunga grendel Rp 25 ribu per kilogramnya.
Ramadan adalah waktu yang ditunggu-tunggu Sriyani. Sebab dari hasil jualan di satu tempat, dia bisa memperoleh cuan berkali lipat dari modal awalnya.
“Kalau modal Rp 5 juta. Kemungkinan omzet yang masuk bisa mencapai Rp 15 juta,” tandas Sriyani.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian