KEDIRI, JP Radar Kediri - Jelang Ramadhan, harga bahan pokok mulai naik. Lonjakan harga yang cukup tinggi adalah cabai rawit dan ayam broiler.
Di Pasar Bandar, harga ayam broiler mengalami kenaikan. Dari Rp 32 ribu per kilogram kini menembus Rp 35 ribu per kilogram. “Semuanya naik. Telur juga naik sekarang Rp 29 ribu,” ujar Rina, 65, pedagang ayam dan bumbu di Pasar Bandar.
Hal serupa diakui Sri, penjual daging ayam di Pasar Setonobetek. Di kiosnya, ayam broiler juga sudah berada di angka Rp 35 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga mulai terjadi selama satu minggu terakhir.
“Ini masih bisa naik lagi. Biasanya puncak mahal-mahalnya itu H-3 sampai H-1 lebaran,” terangnya sambil menyebut, kenaikan harga jelang Hari Raya Idul Fitri bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram.
Diakui Sri, harga ayam broiler sudah mengalami kenaikan sejak dari agen penyalurnya. Namun demikian, kenaikan harga hanya terjadi pada jenis ayam broiler.
“Ayam kampung masih stabil Rp 80 ribu per kilogram. Jarang ada kenaikan harga,” tandas perempuan yang berjualan dari pukul 09.00 sampai 21.00 itu.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Pasar Tradisional di Kediri Raya Sepi Pembeli
Sementara itu, kenaikan harga juga terjadi di beberapa komoditas pasar lainnya. Salah satunya cabai rawit yang harganya saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Normalnya, harga cabai rawit berkisar Rp 56 ribu per kilogram.
“Harga itu untuk jenis cabai ori. Jenis yang paling bagus. Harganya tergantung jenisnya,” terang Dina, penjual sayur di Pasar Setonobetek.
Baca Juga: Lagi-Lagi Kota Kediri Alami Deflasi, Tarif Listrik Jadi Penyumbang Paling Besar
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang kini dibanderol Rp 42 ribu per kilogram. Naik dari harga normal yang sebelumnya hanya Rp 35 ribu per kilogram.
“Kurang tahu apa pemicunya. Kalau kemarin itu mungkin karena cuaca. Kayaknya ini karena mau puasa. Mendekati megengan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan membenarkan terkait kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Termasuk cabai rawit dan bawang yang mengalami kenaikan cukup signifikan.
Pihaknya pun masih mendalami pemicu kenaikan harga tersebut. Namun, dia menerka kenaikan harga memicu peningkatan permintaan. “Kemungkinan ada sedikit peningkatan permintaan,” ujarnya.
Namun demikian, menurutnya kenaikan harga saat ini masih dalam taraf wajar. sama momentum jelang Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.
“Tapi tetap akan kami pantau. Semoga supply bisa mengimbangi peningkatan permintaan di bulan puasa sampai dengan Lebaran,” tandas Ridwan.
Baca Juga: Lewat UMKM EXPO(RT) BRI Buka Jalan Pengusaha UMKM Rajut Tembus Pasar Ekspor
Saat ini, pihaknya masih berupaya meningkatkan kewaspadaan terkait pemutaran harga selama Ramadhan. Termasuk berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) ketahanan pangan.
“Kami berkoordinasi dengan satgas ketahanan pangan terkait potensi dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang bulan puasa,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di Grup Telegram " Radar Kediri ". Caranya klik link join telegramradarkediri . Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian