KEDIRI, JP Radar Kediri– Sepekan lagi Ramadan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pedagang pasar tradisional mengeluh sepinya pembeli.
Menurunnya jumlah pembeli di pasar tradisional menjelang Ramadhan diduga karena melemahnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: Di Tengah Dinamika Ekonomi Global, Himbara Cetak Kinerja Solid dengan Tata Kelola yang Baik
“Kios Jelang Ramadhan ini saya tidak seramai seperti tahun lalu. Tidak ada permintaan,” ungkap Lilik, pedagang Pasar Setonobetek, asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota.
Menurut pedagang 51 tahun itu, faktor penyebab kondisi pasar sepi ekonomi yang sedang lesu. Menurunnya kelas menengah jadi salah satu faktor. Maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) memperparah daya beli masyarakat.
Baca Juga: Fleksibel dan Terukur, Ini Strategi BRI Jaga Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Dia membandingkan dengan Ramadhan tahun sebelumnya, permintaan yang pasti mengalir adalah telur. Dalam sehari dia bisa menjual 15 kilogram. Sedangkan saat ini, untuk menghabiskan 15 kilogram membutuhkan waktu tiga hari.
Penurunan permintaan itu membuat penghasilannya ikut melorot. Jika biasanya bisa Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per hari. Sekarang ini hanya dapat Rp 500 ribu.
Baca Juga: BSI Akan Terus Dukung Pemprov Aceh Perkuat Pembangunan Ekonomi Syariah
Sementara itu, pemilik kios perancangan di Pasar Kras Laila, juga ikut merasakan kondisi serupa. Setiap hari pembeli yang datang ke kios sebagian besar adalah pelanggannya.
“Kalau pembeli baru jarang sekali. Ada paling hanya 1 sampai 2 saja,” ungkap wanita berusia 35 tahun itu kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Baca Juga: BUMN Hadir di INACRAFT 2025: Mendorong UMKM Naik Kelas, Memajukan Ekonomi Kreatif Indonesia
Fenomena yang terjadi saat ini ialah harga komoditi pasar mudah sekali naik. Tetapi sulit untuk turun. Seperti harga minyak kita dan minyak goreng curah yang terus naik sejak awal tahun.
Lebih lanjut dia menjelaskan, ada kecenderungan masyarakat lebih memilih belanja online. Dengan kemajuan teknologi semuanya serba mudah. Sehingga banyak dari mereka yang lebih memilih belanja dari rumah daripada datang langsung ke pasar.
Pantauan wartawan koran ini, lorong-lorong yang ada di Pasar Kras tampak sepi pembeli. Hanya beberapa pengunjung yang datang untuk melihat dan membeli barang-barang tersebut.
Baca Juga: Melalui Keberpihakan Terhadap UMKM dan Kerakyatan Ekonomi, BRI Berhasil Jaga Stabilitas Kinerja
Para pedagang juga terlihat banyak yang hanya duduk sambil menunggu calon pembeli. Beberapa lainnya mencoba menyapa dan menawarkan barang dagangannya kepada pengunjung.
Dengan demikian, mereka berharap ada solusi dari pemerintah untuk kembali meningkatkan daya beli masyarakat. Sebab apabila kondisi seperti ini berlangsung terus menerus maka pasar akan kehilangan fungsinya sebagai tempat transaksi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di Grup Telegram " Radar Kediri ". Caranya klik link join telegramradarkediri . Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : rekian