Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nekat Berjualan di Luar Relokasi Pasar Ngadiluwih, Pejual Es Ini Sudah 5 Kali Digusur  

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 5 Februari 2025 | 19:40 WIB

 

BIKIN RESAH PEDAGANG PASAR NGADILUWIH: Nekat buka lapak di luar relokasi .
BIKIN RESAH PEDAGANG PASAR NGADILUWIH: Nekat buka lapak di luar relokasi .

KEDIRI, JP Radar Kediri– Relokasi pedagang Pasar Ngadiluwih masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Terutama keberadaan pedagang yang nekat berjualan di luar tempat relokasi.  

Para pedagang itu sadar telah melanggar aturan. Hal itu mereka lakukan demi mendapatkan pemasukan maksimal. Bahkan, ada yang sudah kena gusur hingga lima kali. Tindakan tegas dari Pemkab kediri itu tak membuat mereka kunjung jera. 

Seperti yang dialami Oni, penjual es. Lelaki 45 tahun itu paling sering kena gusur. Saat ditegur petugas, dia diminta untuk memindahkan gerobaknya. Namun, karena kebutuhan, lelaki yang sudah tujuh tahun berjualan es itu tetap membuka lapak di luar tempat relokasi. 

Baca Juga: Pedagang Pasar Ngadiluwih Kediri Keluhkan Pendapatan Turun, Imbas Banyak Yang Buka Lapak di Luar Relokasi

“Semenjak dipindah (tempat relokasi, Red) pendapatan per hari hanya Rp 50 ribu,” keluhnya. Jumlah itu turun drastis jika dibanding saat dia berjualan di pasar yang lama. 

Dulu di pasar lama, dia setiap harinya bisa meraup Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per hari dari penjualan es. Meski suda berjualan di tepi jalan di luar tempat relokasi, penghasilannya tidak pernah sama ketika berjualan di pasar lama. 

Baca Juga: Disdag Kabupaten Kediri Kebut Lelang Fisik Pasar Ngadiluwih

Namun imbas dari pilihannya berjualan di luar relokasi membuat pedagang lainnya cemburu. Khususnya penjual yang menyajikan makanan dan minuman.

Meskipun Oni seringkali mendapatkan ancaman gerobaknya akan dirubuhkan, dia tidak peduli. 

“Ya misalnya dirubuhkan, silakan saja. Di sini saya mencari uang halal. Toh, di dalam juga tidak ada penjual es yang sama seperti saya,” tandas lelaki asal Desa/Kecamatan Ngadiluwih tersebut.

Baca Juga: Lelang Pembongkaran Pasar Ngadiluwih Ditarget November, Disdag Siapkan Proyek Pembangunan Satu Tahap

Dia juga tidak mempermasalahkan jika harus membayar retribusi. Namun, selama satu tahun berjualan tidak ada beban retribusi yang harus dibayarkan.

Semua yang berjualan bebas menempati lokasi sekitar tanpa harus membayar sewa. Beda halnya dengan yang ada di dalam pasar.

Sementara itu, saat wartawan Jawa Pos Radar Kediri datang ke pos pengelola pasar dua orang petugas enggan memberikan komentar. “Kalau mau tanya informasi, langsung ke dinas saja (dinas perdagangan dan perindustrian, Red),” ucap petugas mengenakan baju coklat. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

 

 

 



Editor : rekian
#pedagang #kediri #Gusur #relokasi #pasar ngadiluwih